iklan banner Honda atas

Banjir Dan Rob Ancam Pesisir

Banjir Dan Rob Ancam Pesisir

KAJEN - Banjir dan rob masih jadi ancaman serius di pesisir Kabupaten Pekalongan. Ancaman kian tinggi di wilayah yang berada di utara tanggul. Banjir rob di antaranya nyaris 'menenggelamkan' Dukuh Simonet di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto. Pedukuhan dengan luas 15 hektar ini nyaris 'hilang' karena selalu tergenang banjir rob.

"Banjir rob di dukuh ini terjadi setiap hari. Dengan ketinggian hingga hampir 5 meter di saat periode puncaknya," terang Urban Governance Specialist Mercy Corps, Arif Ganda Purnama, kemarin.

Ancaman banjir rob di pesisir jadi sorotan serius DPRD Kabupaten Pekalongan. Fraksi PKB melalui juru bicaranya, Fatkhiana Dewi, menyampaikan, kawasan pesisir utara Kabupaten Pekalongan masih menghadapi ancaman air rob yang semakin hari debit air rob semakin tinggi. Fenomena banjir rob ini telah memberikan dampak negatif terhadap wilayah pemukiman pesisir, khususnya yang bermukim di utara tanggul.

"Banyak rumah warga yang rusak akibat tersapu air rob. Hilangnya tempat mata pencaharian seperti tambak dan lahan pertanian yang rusak akibat banjir rob, serta akses jalan yang rusak akibat tergenang air rob secara terus menerus," ujar Fatkhiana Dewi dalam Pandangan Umum Fraksi PKB tentang Dua Raperda Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 di Gedung Dewan, Jumat (5/11/2021).

Tanggul raksasa penahan air di pesisir dinilai belum mampu menampung air rob, apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan. "Bencana air hujan dan air rob menjadi ancaman bagi warga di pesisir utara ini. Bagaimana penanganan pemda mengatasi permasalahan rob," tanya dia.

Ketua Kelompok Tani Banawa Sekar Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Muhammad Ridho, mengatakan, untuk mengatasi persoalan alam di pesisir Pekalongan tidak hanya mengandalkan tanggul raksasa. Untuk solusi jangka panjang, ekosistem hutan mangrove di pesisir harus dilestarikan. Pihaknya akan terus melakukan penghijauan tanaman mangrove untuk menyelamatkan wilayah pesisir.

Koordinator Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jateng, Mustaghfirin, mengatakan, banjir rob merupakan permasalahan serius di pesisir. Selain persoalan penurunan muka tanah, limbah cair hingga limbah rumah tangga.

Ia menyebutkan, salah satu upaya untuk mengatasi persoalan alam di pesisir adalah dengan menyelamatkan ekosistem hutan mangrove. Pasalnya, kerusakan ekosistem mangrove akan selalu diikuti dengan permasalahan-permasalahan lingkungan. Di antaranya, terjadinya abrasi pantai, banjir, sedimentasi, menurunnya produktivitas perikanan, rusaknya biota laut, terancamnya pemukiman nelayan, terancamnya mata pencaharian nelayan sampai terjadinya kehilangan beberapa pulau kecil.

Dikatakan, untuk mengatasi persoalan alam di pesisir diperlukan perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. "Perbaikan kualitas lingkungan bisa dilakukan dengan penanaman mangrove dan penanaman tanaman buah di pekarangan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga bisa dengan pengembangan wisata mangrove. Ini salah satunya sedang dirintis di Desa Mulyorejo," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: