iklan banner Honda atas

Banyak Ditemukan Gigi Berlubang

Banyak Ditemukan Gigi Berlubang

**Pengecekan Kesehatan Anak SD

BOJONG - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan berupaya berikan layanan kesehatan hingga ke anak-anak sekolah. Salah satunya Dinkes melalui Puskesmas rutin cek kesehatan anak sekolah dengan sistem jemput bola di sekolahan.

Kepala Puskesmas Bojong 1, dr Endah Aryo, kemarin, mengatakan, pihaknya rutin lakukan pemeriksaan kesehatan ke anak sekolah, dari anak SD, SMP, hingga SMA. Itu merupakan salah satu program dari 12 standar pelayanan minimal di Indonesia.

"Kita punya sasaran dari SD, SMP, SMA sekitar 6 ribu. Dari 6 ribu itu kita punya target 100 persen, agar mereka itu bisa dilayani dan diperiksa kesehatannya. Kita bekerja sama dengan sekolah. Biasanya ini kita lakukan setahun tiga kali," katanya.

Disinggung hasil pemeriksaan di anak SD, ia menyebutkan, kebanyakan anak-anak SD permasalahannya di gigi dan gatal-gatal kulit.

"Permasalahan gigi itu masih banyak gigi berlubang. Temuan lainnya kelainan di kulit, telinga, dan penglihatan," ungkapnya.

Mereka diskrining matanya, telinganya, giginya, dan kulitnya. Jika ada masalah, diberikan surat rujukan untuk diperiksa lebih lanjut di Puskesmas.

"Pakai buku yang dari sekolah nanti dianter pihak sekolah agar ditindaklanjuti ke Puskesmas. Nanti ke Puskesmasnya kita beri tanggal berapa agar tidak numpuk di sini.

Karena tiap hari kita penjaringan ke sekolah," ujar dia.
Ada pula beberapa anak yang alami gangguan penglihatan. "Untuk melihat ke papan tulis di baris ke berapa sudah tidak bisa. Kita tindak lanjuti untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter mata. Kalau pemeriksaan kesehatan kita gratis semua. Tapi untuk yang ke rumah sakit yang punya kartu jaminan itu gratis," tandasnya.

Ia berharap, kurangi penggunaan gadget untuk anak. Jangan terlalu lama. Maksimal 1 jam. Jika terlalu lama dampaknya tidak baik. Salah satunya di penglihatan.

"Orang tua diharapkan mengawasi anak dalam penggunaan gadget. Jangan terlalu lama. Dampaknya kurang bagus," katanya.

Selain pembatasan gadget, kurangi pula konsumsi makanan cepat saji. Efeknya tidak bagus untuk jangka panjangnya.

"Sekarang banyak makan cepat saji. Itu kurang baik. Efeknya memang tidak langsung dirasakan tapi jangka panjang," pesannya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: