iklan banner Honda atas

Banyak Petani Cabai Gagal Panen

Banyak Petani Cabai Gagal Panen

*Karena Diserang Penyakit Layu
*Harga Cabai Dan Kubis Naik Tajam

PETUNGKRIYONO - Meski harga cabai di pasaran tinggi, tak sepenuhnya petani cabai untung besar. Beberapa petani ada yang tetap merugi karena gagal panen. "Harga cabai merah keriting di petani Rp 55 ribu perkilo," terang petani cabai dari Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Nurhalimin, kemarin.

Menurutnya, petani cabai saat ini banyak yang gagal panen. Faktor cuaca memengaruhi produktivitas tanaman cabai. "Soalnya hujan terus. Banyak yang layu. Ini yang menyebabkan harga cabai mahal," ungkapnya.

Meskipun harga cabai mahal, ujar dia, petani tidak ketiban untung besar. Sebab, produktivitas tanaman cabai rendah. Bahkan ada pula petani yang merugi karena gagal panen.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kajen, harga cabai dan beberapa produk sayuran naik tajam. Harga cabai setan Rp 100 ribu/kilo. Harga sebelumnya Rp 60 ribu/kilo. Harga kubis juga naik tajam. Pekan lalu, harga kubis Rp 6 ribu perkilo, saat ini menjadi Rp 12 ribu perkilo. Bahkan pada awal bulan Mei lalu, harga kubis hanya Rp 3 ribu perkilo.

"Alhamdulillah mahal semua. Bawang merah, sayuran, cabai naik semua. Cabai rawit merah dari enam puluh ke seratus," kata Dewi Setiyowati, pedagang sayur di Pasar Induk Kajen.

Yang turun hanya cabai rawit hijau dari Rp 80 ribu/kilo menjadi Rp 60 ribu/kilo. Untuk sayuran, harga kubis yang naik tajam karena pasokan langka.

"Untuk pasokan lancar tapi harga yang tidak lancar. Kalau kubis memang dari sananya langka. Katanya dari sana lagi musim tanam. Harga naik dari enam ribu menjadi sepuluh ribu, sekarang naik lagi jadi dua belas belas ribu. Karena pasokan langka," katanya.

Kenaikan harga cabai rawit merah ini dikeluhkan para ibu rumah tangga. Uang Rp 5 ribu hanya dapat 10 biji cabai setan. Tak pelak, penyuka masakan pedas harus mengurangi tingkat pedasnya.

"Saya beli cabai setan Rp 10 ribu hanya dapat 20 biji tadi. Harganya terlalu tinggi. Ya terpaksa mengurangi sambal. Lha sebijinya Rp 500. Saya suka makan pedas tapi gimana lagi sekarang masak belum tentu nyambel," keluh Lusiana, warga Kajen.

Sementara itu, untuk harga telur ayam ras masih cukup tinggi. Di tingkat eceran harganya Rp 29 ribu perkilo. Harga daging ayam dan sapi masih tinggi juga. Harga daging ayam Rp 40 ribu perkilo, dan harga daging sapi Rp 140 ribu perkilo. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: