iklan banner Honda atas

BBM Naik, Tarif Angkot di Kota Santri Belum Berubah

BBM Naik, Tarif Angkot di Kota Santri Belum Berubah

**Manunggu Keputusan Pemerintah

KAJEN - Pemerintah pusat beberapa hari ini telah mengumumkan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun demikian pengusaha Angkutan Kota (Angkot) di wilayah Kajen, Kabupaten Pekalongan, belum menaikkan tarif penumpang. Hal itu disebabkan karena angkutan ekonomi yang menentukan naik atau tidaknya adalah pemerintah.

Hal itu dibenarkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pekalongan, Slamet, Kamis (08/09/2022). Ia menyampaikan bahwa dengan kenaikan BBM pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Terutama dalam hal ini dinas perhubungan untuk membahas tarif.

"Tarif masih utuh, Insya Allah satu atau dua hari ke depan kita akan bertemu dan mudah mudahan semuanya lancar," ujar Slamet.

Apabila kesepakatan harga atau tarif penumpang angkutan sudah ditentukan, maka pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah untuk tidak mempersulit awak angkutan yang akan membeli bensin. Dalam hal ini, ketika mereka membutuhkan bahan bakar yang memang sangat utama untuk kendaraanya, jangan sampai ada kelangkaan.

''Kita sudah menuruti aturan untuk kenaikan tarif penumpang, namun sekali lagi kami minta tolong BBM jangan ada kelangkaan, '' tegasnya.

Adapun kenaikkan tarif angkot yang diinginkan, lanjut Slamet, dengan melihat kenaikan harga BBM cukup tinggi, paling tidak tarif akan naik sekitar 20 - 30 persen dari tarif sebelumnya. Selama ini, angkutan kota merupakan penyubsidi terbesar. Sebab ketika penumpangnya merupakan PNS atau anak sekolah, tarif yang dikenakan tidak sesuai atau sebesar tarif sesungguhnya meski tarif dinaikkan namun tidak begitu kentara.

Sementara salah satu sopir angkot, Dodi (46), mengaku kenaikan harga BBM membuat dia dan sopir lainnya menjadi kelabakan. Sebab tarif penumpang belum ditentukan, sedangkan untuk biaya operasional sudah semakin tinggi.

"Penumpang tahu kalau BBM sudah naik. Tapi ada juga penumpang yang menambahi karena kasihan karena kita belum menaikkan tarif," katanya.(yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: