iklan banner Honda atas

Bupati Fadia Tinjau Lokasi Banjir

Bupati Fadia Tinjau Lokasi Banjir

**Ambil Langkah Cepat Untuk Penanganan

SIWALAN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Senin (07/02/2021) turun secara langsung ke lokasi banjir wilayah Pantura. Selain ikut membantu proses evakuasi dan menyalurkan bantuan ke korban, Bupati juga meninjau Jembatan Glotak Desa Blimbingwuluh Kecamatan Siwalan.

Adapun dalam tinjauan ke sejumlah lokasi banjir, Bupati didampingi Sekda, Yulian Akbar, Asisten 1, Toto Budi Mulyanto, Kepala DPU Taru, Bambang Irianto, Kalak BPBD dan Nampak Wakapolres Pekalongan, Kompol Riwayat Sosianto.

Dalam tinjauan ke lokasi banjir, Bupati menemui langsung sejumlah pengungsi di Lokatex. Kemudian juga turun langsung menggunakan perahu karet ke pemukiman warga yang kebanjiran.

"Saya turun langsung untuk mengetahui kondisi yang ada, dan tadi alhamdulillah ada keluarga yang sebelumnya tidak mau mengungsi setelah kita datangi akhirnya mau dievakuasi. Ada balita, warga yang kena struk diangkat dan mau ke pengungsian, " kata Bupati Fadia Arafiq usai ke lokasi banjir menggunakan perahu karet di Desa Pait Kecamatan Siwalan.

Adanya banjir tersebut karena sungai tersebut wewenang provinsi Jawa Tengah makan, lanjut Fadia, akan melaporkan ke Gubernur Jawa Tengah. Sedangkan untuk jangka pendek korban banjir diberi bantuan makanan.

"Dari dinas sosial juga menyiapkan makanan untuk para pengungsi, terus juga segala macampersiapan-persiapan yang lain sudah disiapkan semampu kita. Untuk penanganan banjir jangka panjang ini memang Jadi PR kita bisa dibuat tanggul dan kita harus segera laporkan kepada Gubernur, " imbuhnya.

Sementara Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto mengatakan bahwa untuk penanganan jembatan Glotak Desa Blimbingwuluh Kecamatan Siwalan yang putus akan segera dilakukan perbaikan.

"Dalam minggu ini akan langsung dilakukan perbaikan supaya bisa secepatnya digunakan masyarakat sekitar. Untuk penanganan akan dilakukan brongjong diarea pondasi jembatan, selain itu juga akan dilakukan perbaikan pada penyangga jembatan karena itu merupakan peninggalan zaman belanda, " terangnya saat didampingi Kabid PSDA, Budi Antoyo.

Terpisah Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria usai meninjau lokasi banjir menyampaikan dari laporan anggotanya, di Kecamatan Sragi yang masih tergenang air banjir di tiga desa, yakni Desa Gebangkerep, Purwodadi, dan Tegal Lontar. Sedangkan di Kecamatan Siwalan, genangan banjir terlihat di Desa Mejasem, Blacanan, Pait, Tengeng Wetan, Boyoteluk, Depok, dan Yosorejo. Dari daerah yang terkena banir, genangan yang paling parah di Desa Pait dan Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan dengan ketinggian hampir satu meter.

''Kami mendapatkan data, jumlah pengungsi 69 warga, mulai dari anak anak dan perempuan,'' tandas dia.

Untuk di Kecamatan Siwalan ada sebanyak 236 yang menjadi korban banjir. Namun ternyata data tersebut merupakan warga yang keluar masuk lokasi pengungsian. Di antara mereka, terutama laki-laki kebanyak kembali lagi ke rumahnya masing-masing.

Secara rinci Kapolres Pekalongan menyebutkan genangan banjir di Desa Gebangkerep meliputi Dusun Banjardowo Utara, Banjardowo selatan, Banjardowo Tengah, Banjarturi dan Dukuh Karang Tengah dengan ketinggian air berkisar 5 - 30 cm meter dan tidak ada yang mengungsi. Kemudian di Desa Purwodadi, lokasi banjir di Dusun Bulaktunggak dan Dusun Buangan dengan ketinggian air sekitar 5-40 centi meter. Di desa ini warga dievakuasi oleh jajaran Polri, TNI, BBPD, serta relawan lalu diungsikan ke sejumlah lokasi seperti masjid, gedung sekolah.

Sedangkan di Desa Tegalontar, daerah yang masih tergenang banir adalah Dusun Kentung dengan ketinggian air sekitar 5-30 centi meter. Di dusun ini tidak ada yang mengungsi dan belum membuka dapur umum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: