Bupati Resmikan Jembatan Pondok di Paesan
**Untuk Mudahkan Akses ke Ponpes
KEDUNGWUNI - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, Jumat (07/01/2022), meresmikan jembatan di daerah Paesan Utara, Kelurahan Kedunguni Barat, Kecamatan Kedungwuni. Dengan jembatan di Rt 03/05 mempermudah akses warga menuju ke Pondok Pesantren 'Annasikhun'.
Pantauan Radar, peresmian jembatan dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dilanjutkan dengan tradisi udik udikan. Peresmian tersebut dihadiri Kepala DPU Taru, Camat Kedungwuni, Lurah Kedungwuni Barat, dan sejumlah tokoh masyarakat sekitar.
Dalam ksempatan itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengaku sebelumnya menjadi Bupati Pekalongan ada permintaan warga di Kedungwuni Barat untuk dibuatkan jembatan. Sebab akses jalan menuju ke Ponpes di Paesan Utara terbuat dari bambu sehingga cukup membahayakan dan cepat rusak.
''Saat kampanye, saya pernah datang ke sini dan kondisinya memang seperti itu, terbuat dari bambu. Padahal yang melintas bukan hanya orang tua namun anak-anak juga banyak,'' terangnya.
Mengingat pentingnya akses jalan seperti itu, lanjut Bupati, tidak pakai lama ia langsung merealisasikan. Perwakilan dari Pemkab Pekalongan meninjau dan mengukur untuk pembuatan jembatan permanen. Selanjutnya dilakukan pembangunan jembatan itu dan kini sudah selesai lalu diresmikan.
Kenapa permintaan warga langsung direalisasikan? Bupati Pekalongan menegaskan hal itu sesuai dengan salah satu program utamanya menjadi kepala daerah di Kota Santri yakni terkait infrastrukur. Dia berharap semua jalan di Kabupaten Pekalongan yang rusak harus halus karena jalan halus bisa membuat rezeki menjadi mulus. Selain itu, dirinya memandang dari asas manfaat yakni untuk mempermudah masyarakat yang akan melintas di jembatan tersebut.
Sebelum diresmikan, jembatan baru itu belum diberi nama sehingga Fadia diminta untuk memberikan nama yakni Jembatan Pondok. Nama itu menurut dia sesuai dengan lokasinya yakni berdekatan dengan Ponpes Annasikhun dan tujuannya juga mempermudah akses menuju ke Ponpes tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengikuti tradisi masyarakat setiap kali punya hajatan yakni ''udik-udikan'' atau menebar uang. Setelah uang dilempar ke depan, langsung menjadi rebutan warga sekitar yang menyaksikan acara persemian.
Hal senada diungkapkan Camat Kedungwuni, Ajid Suryo Pratondo. Ia menyampaikan di pemukiman warga Paesan Utara terdapat sungai sepajang lebih kurang satu kilo meter. Kemudian agar bisa melewati sungai, maka warga sekitar membuat jembatan dari bambu dan jumlahnya lebih dari satu. Sedangkan kekuatan jembatan dari bambu paling lama satu setengah tahun sehingga setelah rusak maka haus diganti dengan bambu yang baru.
''Saat kondisi bambunya lapuk, sangat membahayakan sehingga masyarakat meminta untuk dibuatkan jembatan permanen seperti ini,'' papar dia.
Setelah dibangun jembatan, harapannya di sekitar sungai dibangun semacam taman supaya bisa menjadi tempat wisata warga sekitar. Kemudian dibutuhkan juga talud atau pembatas sungai supaya area jalan di sepanjang sungai bisa dilebarkan. (Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
