Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
*Padahal Dindikbud Sudah Siapkan 48 SD/MI Untuk Uji Coba PTM
*Dinkes Sudah Jadwalkan Vaksinasi 5.940 Guru SD/MI
KAJEN - Pupus sudah rencana pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan SD/MI yang sudah diskenariokan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan yang direncanakan dimulai pada tanggal 29 Maret 2021. Pasalnya, berdasarkan rapat koordinasi dengan wakil gubernur kemarin, ada kebijakan terbaru terkait uji cuba PTM di Jateng.
"Jadinya, berdasarkan instruksi gubernur, pelaksanaan PTM per kabupaten hanya bisa diujicoba di SMA, MA, SMK, SMP, dan MTs masing-masing satu sekolah. Itu dilaksanakan tanggal 5 April 2021," terang Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh, kemarin sore.
Oleh karena itu, uji coba PTM tingkat SD/MI ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.
Yang jelas, kata dia, uji coba di satuan SMA, MA, SMK, SMP, dan MTs dulu. Kemudian evaluasi pelaksanaan uji coba itu. Baru dilaksanakan PTM untuk SD dan MI.
Dijelaskan, sekolah yang ditunjuk provinsi untuk melaksanakan uji coba PTM masing-masing SMA Negeri 1 Kedungwuni, MAN 1 Pekalongan, SMK Negeri Sragi, SMP Negeri 1 Petungkriyono, dan MTs Salafiyah Wiradesa.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, Dinas Kesehatan akan menyiapkan vaksinasi terhadap guru-guru untuk sekolah-sekolah yang ditunjuk tadi. "Padahal kami sudah melaksanakan vaksinasi untuk guru SD dan MI. Tapi karena ini ada perubahan mendadak, maka kita akan prioritaskan dulu guru-guru yang untuk pelaksanaan PTM 5 April nanti," kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 48 sekolah dasar dan MI di Kabupaten Pekalongan dipersiapkan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.
Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh, Selasa (23/3/2021) pagi. "Dari 631 SD dan MI yang ada di Kabupaten Pekalongan, ada 48 sekolah yang akan melaksanakan uji coba PTM," ungkap Masruroh, sebelum ada rakor Covid-19 dengan provinsi.
Dikatakan, rencana uji coba PTM akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2021.
"Nanti kita melihat hasil rapat hari ini bersama satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan terkait hal itu, tapi kami sudah menyiapkan uji coba PTM pada minggu depan," katanya.
Dijelaskan, sistem yang digunakan untuk uji coba PTM yaitu melihat perkembangan Covid-19 melalui pertimbangan mikrozonasi.
"Terkait dengan uji coba pelaksanaan PTM, berdasarkan hasil rapat dengan satgas covid dan hasil rapat Minggu lalu dengan camat serta seluruh korwil se-Kabupaten Pekalongan, maka diputuskan bahwa camat beserta kepala puskesmas menentukan atau memilih satu desa yang mikrozonasi hijau," jelasnya.
Kemudian, setelah ditetapkan maka satuan pendidikan untuk SD tersebut yang dijadikan sasaran uji coba. Jadi, lanjut dia, masing-masing kecamatan satu desa. Khusus untuk Kecamatan Petungkriyono itu semua sekolah. Karena satu-satunya kecamatan yang mikrozonasi hijau dari awal hingga saat ini.
Menurutnya, pelaksanaan uji coba PTM tetap sesuai protokol kesehatan. Di antaranya, maksimal 50 persen daya tampung kelas, sebagaimana yang ditetapkan SKB 4 menteri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
