iklan banner Honda atas

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

"Sekolah menyusun jadwal shift. Paling 3 hari dalam seminggu. Pelajaran dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Tidak ada istirahat, tidak ada kantin jadi anak bawa bekal sendiri," tuturnya.

Masruroh menambahkan, setelah dilakukan uji coba PTM dua Minggu kedepan akan dilakukan evaluasi.

"Nanti evaluasi akan dilakukan oleh tim dari puskesmas atau Dinkes. Untuk laporan ke satgas. Hasilnya, nanti apakah untuk uji coba selanjutnya atau pengembangan," tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Saofi, Kepsek SD Islam Kajen mengatakan, guru ingin segera mengajar tatap muka, karena selama pandemi kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui daring.

Namun saat ini, para guru termasuk murid sudah mulai merasa jenuh dengan metode pembelajaran daring tersebut.

"Untuk kegiatan belajar mengajar selama ini dilakukan daring, tapi anak-anak sudah pengen sekolah, sudah pada bosen di rumah," katanya.

Ia pun berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan kembali.
Vaksinasi yang diberikan kepada guru di Kabupaten Pekalongan juga memberikan angin segar agar harapan tersebut bisa segera terwujud.

"Tadi saya bersama guru-guru SD sudah divaksin Covid-19 dosis pertama, Alhamdulillah senang. Semoga, coronanya cepat pergi karena pengen tatap muka lagi sama murid-murid," tambahnya.

Ahmad mengungkapkan, rencananya Minggu depan ada beberapa sekolah dasar yang melakukan uji coba PTM.

"Setiap kecamatan ada sekolah yang menjadi uji coba PTM, untuk sekolah kami saat ini belum sehingga pembelajaran masih daring," ungkapnya.

**RIBUAN GURU DIVAKSIN

Sementara itu, untuk menghadapi rencana PTM, ribuan guru sekolah dasar di Kabupaten Pekalongan mulai divaksinasi Covid-19, Selasa (23/3/2021).

Masruroh mengatakan, persiapan vaksinasi ini dilakukan sebagai langkah awal persiapan uji coba pembelajaran tatap muka pada bulan April mendatang.

"Dalam vaksinasi kali ini, tercatat ada 5.940 guru SD atau MI yang menerima vaksin Covid-19," kata dia.

Dikatakan, pemberian vaksin Covid-19 kepada guru ini diselenggarakan selama 5 hari dan berlokasi di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: