iklan banner Honda atas

Dua Demo Batal Digelar

Dua Demo Batal Digelar

*Akses Ke Kota Kajen Ditutup

KAJEN - Dua aksi rencananya akan berlangsung di Kabupaten Pekalongan, kemarin. Yakni aksi peduli lingkungan oleh warga Desa Watusalam Kecamatan Buaran di Pemkab Pekalongan, dan eksekusi rumah di Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen.

Berdasarkan pantauan, akses utama menuju Kota Kajen ditutup di beberapa titik, kemarin pagi. Di antaranya, di simpang tiga Kulu yang ke arah Tanjungsari, di sebelah selatan Bank BPD Jateng, dan di sebelah utara SPBU Gejlik. Sejumlah jalan tikus di sepanjang Jalan Raya Kulu-Tanjungkulon yang tembus ke arah jalur utama Kajen-Karanganyar juga dijaga aparat, seperti jalan kecil di depan Kampus 2 AKN dan lainnya.

Pengamanan lebih ketat tampak di sekitar lokasi rumah yang akan dieksekusi. Yakni di sekitar depan SMA PGRI Kajen. Tampak sejumlah aparat kepolisian, Brimob, dan Satpol PP bersiaga di lokasi tersebut. Mobil barakuda juga tampak disiagakan di sekitar lokasi tersebut.

Sesuai jadwal yang diterima Radar, aksi warga Desa Watusalam sendiri dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Peserta aksi rencananya ada 150 orang. Sasarannya depan kantor Bupati, depan kantor DPRD, dan depan PT Pajitex. Namun aksi itu akhirnya batal.

Sementara itu proses eksekusi rumah yang diinformasikan akan ada perlawanan dengan melibatkan salah satu ormas tertentu juga berjalan dengan lancar.

Iqbal dari Walhi Jateng yang rencananya ikut mendampingi aksi warga Desa Watusalam, dalam rilisnya, kemarin sore, menyatakan, aksi damai yang akan dilakukan warga pejuang lingkungan Watusalam batal. Kegiatan diganti dengan sholawat Nariyah dan doa bersama. Aksi itu rencananya dilakukan untuk menuntut kepada Bupati Pekalongan agar segera menghentikan pencemaran di PT Pajitex.

Kepala DPM PTSP dan Naker Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto, dihubungi kemarin sore, mengatakan, persoalan di PT Pajitex adalah masalah limbah, yakni berkaitan dengan cerobong dan limbah cair.

"Tadi mau ada demo tapi kan masih pandemi Covid kan bisa berbahaya. Apalagi levelnya kan naik lagi. Tadi mau demo ke Bupati tapi ndak jadi," katanya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengawasan Dinas Perkim dan LH Pratomo, dikonfirmasi terpisah terkait persoalan di PT Pajitex, mengatakan, sudah beberapa kali ada aduan terkait persoalan limbah di PT Pajitex. Pihaknya sudah menindaklanjuti aduan yang masuk sesuai dengan kewenangan yang ada.

"Beberapa kali mengadu ke LH dan Bupati. Tiap pengaduan berubah. Pertama terkait cerobong boiler yang bising dan limbah emisinya, dan kedua terkait limbah cairnya," terang dia.

Dikatakan, untuk aduan limbah cair pihaknya sudah mengambil sampel limbahnya. Sampel itu sudah dikirim ke laboratorium provinsi. Hingga kemarin, hasilnya belum keluar.

"Untuk limbah emisi warga mengadu ada asap hitam dan debu beterbangan. Kita sudah memberi sanksi administratif untuk segera memperbaiki. Sanksi administratif ini berupa teguran tertulis," imbuh dia.

Sedangkan, Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Heru Santoso, dikonfirmasi adanya penyekatan sejumlah ruas jalan di Kota Kajen, mengatakan, penyekatan dilakukan untuk menekan mobilisasi orang luar yang akan masuk ke Kota Kajen. Pasalnya, status PPKM di Kabupaten Pekalongan naik dari level 2 ke level 3. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: