Dua Pompa di Pecakaran Rusak
**Land Subsidence Ikut Perparah Banjir Pantura
WONOKERTO - Paska dibukanya pintu tanggul di Sungai Mrican, banjir di wilayah Wonokerto kemarin berangsur surut. Berdasarkan data di BPBD Kabupaten Pekalongan pada Senin (22/2/2021) petang, ada 27 desa di empat kecamatan (Tirto, Wonokerto, Wiradesa, dan Siwalan) di pesisir Kota Santri terdampak banjir. Ketinggian air petang itu antara 20 cm hingga 80 cm.
Jumlah rumah yang terdampak mencapai 12.085 rumah, dengan 13.993 KK atau 45.753 jiwa. Hingga pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi masih tinggi, yakni 4.127 orang yang tersebar di puluhan titik pengungsian.
"Banjir saat ini sudah turun sekitar 50 cm karena pembukaan pintu Sungai Mrican. Kita tadi juga cek pompa di Pecakaran ternyata yang berfungsi hanya satu. Yang dua rusak. Kita sudah menghubungi BBWS untuk segera melakukan perbaikan karena air yang berada di longstorage kita pompa ke Sungai Sengkarang," ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi didampingi Pj Sekda Bambang Irianto, Kepala Pelaksana BPBD Budi Raharjo dan Ketua DPRD Hindun, usai meninjau kondisi banjir di pesisir, kemarin sore.
Meskipun banjir mulai surut, lanjut Bupati, jumlah pengungsi hingga kemarin masih banyak sekitar 3700 orang lebih. Menurutnya, kondisi para pengungsi baik.
"Logistik sangat terpenuhi. Pemerintah sudah menyiapkan periode kedua untuk tanggap darurat melihat situasinya masih seperti ini," ungkap Bupati.
"Paling lenting atensi, sumbangan, dan kontribusi masyarakat sangat banyak sekali. Kami dari pemerintah berterima kasih atas donasi-donasi baik dari perorangan, kelompok komunitas, kemudian BUMN, BUMD, dan ormas. Semuanya saya mengucapkan terimakasih," lanjut dia.
Dikatakan, banjir ini memberi hikmah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar tetap bisa bekerja bersama. Ia berharap, banjir bisa segera surut.
"Ke depan pemerintah sudah melakukan kajian yang matang untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan ekstrem. Memang ini pengerjaan tanggul darurat belum selesai 100 persen, masih menunggu pembangunan pintu di Sungai Mrican," terang dia.
Dikatakan, pemerintah besok (hari ini, red) akan memasang enam pompa baru untuk mempercepat mengurangi genangan air di pemukiman. "Mudah-mudahan ini bisa mempercepat. Ini pompa baru. Kalau pompa yang ada di longstorage baik yang mengarah ke Silempeng maupun dialirkan ke Sungai Sengkarang saya mohon untuk segera diperbaiki sehingga ketiganya berfungsi dengan baik," ujar Bupati.
Banjir di pesisir Pekalongan di awal tahun 2021 ini cukup parah. Sudah dua pekan, banjir belum pernah benar-benar surut. Banjir di beberapa titik sebelum pintu Sungai Mrican dijebol justru makin tinggi. Jumlah pengungsi pun kian bertambah.
Hiroh (25), warga RT 09 RW 03, Desa Pesanggrahan mengaku menuju pengungsian bersama suami dan kedua anaknya sejak Jumat lalu. Ia dan kedua anaknya mengevakuasi diri dengan menggunakan kasur pompa. Mereka membawa beberapa tas besar berisi pakaian. Suaminya menarik kasur itu menerjang banjir.
"Karena kami punya kasur ini, ya kami gunakan. Biarkan kapal relawan untuk warga yang lebih membutuhkan," kata Hiroh ketika sampai di posko pengungsian di Gedung Kopindo, Wiradesa.
Ia mengungkapkan, banjir sudah 14 hari menggenangi rumahnya. Namun ia baru memutuskan mengungsi karena pada hari itu genangan di dalam rumah makin tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
