Dua Sekolah Di-Lockdown
*Puluhan Pelajar Positif Covid-19
WIRADESA - Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di dua sekolah di Kabupaten Pekalongan ditutup sementara selama dua pekan. Pasalnya, puluhan pelajarnya terpapar virus corona.
Kedua sekolah itu adalah SMAN 1 Wiradesa di Kecamatan Wiradesa dan MAN 1 Kedungwuni di Kecamatan Kedungwuni. Di SMA Wiradesa hingga kemarin ada 11 pelajar terpapar virus corona. Sedangkan di MAN Kedungwuni ada 34 pelajar positif Covid-19. Klaster sekolah ini terungkap dari hasil tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
"Itu adalah hasil tracking. Artinya ada anak sakit, periksa di Puskesmas, lalu ditanya sekolahnya di mana. Ternyata di SMA Wiradesa. Selanjutnya tim Puskesmas menuju ke sekolah tersebut untuk melakukan tracking dan uji swab di sekolah," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Selasa (15/2/2022) pagi.
Dari kelas 12, lanjut dia, diambil sampling semua. Atau sekitar 100-an anak. Dari ratusan anak ini, ditemukan 10 anak positif. "Hari ini kita tracking ke keluarga 10 anak tersebut. Hasilnya belum keluar," terang Wawan.
Untuk klaster MAN Kedungwuni, kata dia, kasusnya juga sama. Ada satu anak yang sakit. Anak ini pulang ke rumahnya di Kesesi. Selanjutnya, si anak memeriksakan diri di Puskesmas Kesesi, dan ternyata hasilnya positif. "Dari Puskesmas Kesesi lalu menghubungi Puskesmas Kedungwuni mengabarkan hal itu. Lalu Puskesmas Kedungwuni melakukan tracking juga di sekolah tersebut," terang dia.
Di MAN Kedungwuni, ada 100-an anak juga yang diswab. Hasilnya, dari 50 siswi, 30 di antaranya positif. Untuk laki-laki ada tiga yang positif. "Kebijakan yang diambil adalah anak-anak tersebut untuk tetap tidak sekolah. Karena yang MAN itu ada di pondok, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat dan vitamin. Ini dalam pemantauan. Mereka karantina di pondoknya.
Kemudian yang sekolah dilakukan pemantauan dan pemberian obat dan vitamin juga. Diobati juga. Semuanya tanpa gejala. Kondisinya bagus. KU-nya bagus," tandasnya.
Disinggung apakah ada tenaga pendidik dan kependidikan di dua sekolah itu yang terpapar, Wawan mengatakan, pada saat disampling swab semuanya negatif. Namun untuk guru yang pernah kontak dalam 5 hari ke belakang, agar memeriksakan diri ke faskes terdekat.
"Itu kan sekolah sudah ditutup, sehingga guru-guru itu yang kontak lima hari kebelakang saya minta untuk periksa ke faskes terdekat di domisilinya. Karena kan mereka domisilinya tidak di Wiradesa dan Kedungwuni semua. Sehingga kami imbau demikian," ungkapnya.
*PTM Dievaluasi Tiap Hari
Sementara itu, Sekda M Yulian Akbar, mengatakan, kebijakan PTM di Kabupaten Pekalongan hingga kemarin masih mengikuti kebijakan PPKM level 2. Artinya, PTM masih 50 persen. Namun, tandas Sekda, untuk sekolah yang sudah ada klaster, pihaknya sudah memerintahkan untuk ditutup PTM-nya selama dua pekan. "Ini seperti di SMA Wiradesa dan MAN Kedungwuni," katanya.
Untuk kasus 14 pelajar yang sebelumnya terpapar, kata Sekda, itu bukan klaster sekolah. Karena dari hasil pelacakan, tidak ditemukan penyebaran kasus di lingkungan sekolah. Belasan pelajar tingkat dasar itu pun saat ini sudah sembuh. "Yang kita temukan klaster sekolah justru di tingkat SMA, yakni di SMA Wiradesa dan MAN Kedungwuni. Kita tunda dulu PTM-nya selama dua pekan," ungkap Akbar.
Meskipun kebijakan PTM masih 50 persen sesuai dengan level 2, Sekda menegaskan agar protokol kesehatan dijaga dengan ketat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
