iklan banner Honda atas

Emak-emak Kian "Greges", Harga Sembako Terus Melambung

Emak-emak Kian

KAJEN - Menjelang bulan Ramadhan 2022, harga sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) terus merangkak naik. Emak-emak pun kian 'greges' di tengah lesunya penghasilan di tingkat rumah tangga akibat pandemi berkepanjangan.

Komariyah (35), warga Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, kemarin, mengeluhkan hampir sebagian besar kebutuhan pokok naik. Mulai dari cabai, telur, hingga gas elpiji nonsubsidi. Padahal suaminya hanya buruh yang gajinya tak naik.

"Gas pink sekarang sudah 195 ribu, padahal sebelumnya Rp 170 ribu. Padahal saat ini penggunaan gas meningkat karena sering rebus air untuk mandi karena badan sering greges," keluh dia.

Minyak goreng pun masih sulit dicari. Jika ada di warung sembako, harganya rata-rata masih Rp 20 ribu perkilonya. Dalam sepekan terakhir, lanjut dia, harga telur dan cabai di tingkat eceran pun terus bergerak naik. Kemarin, kata dia, harga telur di warung sembako di desanya sudah tembus di atas Rp 25 ribu perkilo.

"Imun kita suruh kuat karena ada Covid tapi kalau semuanya naik dan penghasilan tetap, bahkan turun ya imun kita akan turun. Lha ngangken terus masih bisa nutup kebutuhan harian ndak," keluh dia.

Kasi Sarana Usaha dan Distribusi Disperindag UKM Kabupaten Pekalongan, Heri Purnomo, kemarin, mengatakan, berdasarkan pantauan di pasar hingga tanggal 8 Maret 2022, harga sejumlah kepokmas mengalami kenaikan. Di antaranya, harga gula pasir naik Rp 500. Dari Rp 13.500 perkilo menjadi Rp 14.000 perkilo. Minyak goreng curah di pedagang pasar naik Rp 900, dari Rp 17.100 perliter jadi Rp 18.000 perliter. Untuk minyak goreng kemasan rata-rata masih di Rp 19 ribu perliter.

Harga beras di kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu perkilo. Tepung terigu Rp 11 ribu perkilo. Daging sapi naik Rp 10 ribu. Dari Rp 110 ribu perkilo jadi Rp 120 ribu perkilo. Untuk harga daging ayam ras naik dari Rp 36 ribu perkilo menjadi Rp 37 ribu perkilo. Harga telur ayam ras pun ikut naik, dari Rp 21 ribu perkilo jadi Rp 24 ribu perkilo.

Harga kedelai masih di Rp 11 ribu perkilo. Harga jagung pipilan Rp 7500 perkilo. Semua jenis cabai alami kenaikan harga. Untuk cabai merah keriting dan cabai merah biasa naik dari Rp 40 ribu jadi Rp 45 ribu. Cabai rawit merah (setan) naik Rp 23 ribu. Dari Rp 42 ribu jadi Rp 65 ribu. Sedangkan cabai rawit hijau naik dari Rp 24 ribu jadi Rp 28 ribu.
Harga bawang merah juga ikut naik, dari Rp 28 ribu jadi Rp 30 ribu.

Bawang putih harganya masih Rp 26 ribu (honan) dan Rp 28 ribu (kating).
Untuk minyak goreng, lanjut dia, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para distributor di Kota Santri. Menurutnya, pasokan minyak goreng di tingkat distributor sudah lebih dari 50 persen dari kuota yang ada. Artinya di tingkat distributor minyak goreng tidak terlalu langka.

Ia menduga seperti yang disampaikan Menteri Perdagangan, warga membeli minyak goreng setiap kali ada stok. Atau warga numpuk minyak goreng di rumah. "Karena sulit dicari mungkin warga numpuk di rumah buat 'jagan-jagan' jika minyak sulit," kata dia.

Pihaknya pun menekankan agar kebutuhan minyak goreng di Kabupaten Pekalongan bisa diprioritaskan, agar masyarakat tidak sulit cari minyak goreng. "Yang kasihan kan pelaku UMKM seperti bakul gorengan dan lainnya yang produksi barang jualannya butuh minyak goreng. Jangan sampai mereka berhenti jualan karena ndak ada minyak," ujar dia.

Pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan para distributor minyak goreng agar suplai di Kabupaten Pekalongan bisa terpenuhi dengan baik. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: