Guru Dua Kecamatan Dilatih
**Terkait Kurikulum Merdeka
KAJEN - Ratusan guru yang bertugas di Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Lebakbarang dan Karanganyar dilatih Kurikulum Merdeka. Bimbingan Teknis digelar di SD Negeri 01 Limbangan, Karanganyar.
Hal itu dibenarkan Ketua Panitia Bimtek Kurikulum Merdeka, Syaifudin Dahri, Kamis (23/6/2022). Kata dia, kurikulum merdeka merupakan episode 15 Kegiatan Merdeka Belajar yang telah dikampanyekan Mendikbud Ristekdikti namun belum dipahami secara utuh oleh sekolah.
Dijelaskan, Bimtek implementasi kurikulum merdeka diikuti 150 guru Korwil Kecamatan Karanganyar dan Lebakbarang. Bintek ini dilaksanakan selama 6 hari sejak Senin sampaikan Sabtu dari tanggal 20 hingga 25 juni 2022.
"Kurikulum ini diberikan untuk bebas memilih. Untuk guru atau satuan pendidikan agar bisa lebih leluasa dalam menerapkan di sekolah masing-masing, " katanya.
Dijelaskan, untuk peserta dari Lebakbarang ada 15 SD yaitu 47 guru, sedangkan Karanganyar ada 112 dari 30 SD. Kegiatan ini laksanakan tiga hari secara bergantian kelas 1 dan 4 kemudian gantian guru PJOK dan Agama.
"Kami harapkan melalui kegiatan ini agar kegiatan terus disosialisasi dengan baik dengan benar sehingga nanti guru ketika menerapkan Kurikulum Merdeka lebih mudah. Insya Allah Kurikulum Merdeka ini dimulai semester depan itu, jadi guru sudah mempunyai bekal yang baik di dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari," harapnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto sangat mendukung adanya Bimtek Kurikulum Merdeka. Menurut dia, dengan Bimtek maka guru dapat memahami apa yang harus diimplementasikan dalam pembelajaran.
"Saya sangat mendukung sekali dengan pelatihan Kurikulum Merdeka ini sehingga guru dapat memahami dan bisa dilaksanakan dengan baik, "ungkapnya.
Salah satu narasumber Bimtek, Murpasi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari kebijakan baru yang mengharuskan sejak tahun 2022 sudah memulai kurikulum merdeka. Harapannya, di tahun 2024 kurikulum ini dilaksanakan secara serentak.
Dijelaskan, tahun ini tingkat sekolah dasar yang akan diterapkan kelas I dan IV. Sedangkan untuk jenjang SLTP dan SMA dilaksanakan bagi siswa kelas VII dan X.
"Kurikulum merdeka itu sebenarnya kurikulum yang mengajarkan bagaimana memfatilitasi keunikan anak, dimana anak itu kan memiliki keunikan sendiri-sendiri. Sehingga mereka (siswa) dapat ditampung dan diarahkan terkait minat dan bakat siswa dapat terbimbing dengan baik," jelas Murpasi seraya menjelaskan dalam kurikulum ini guru harus melayani anak sesuai dengan bakat dan minatnya.
Diuraikan, kurikulum merdeka ini lebih mengedepankan pembelajaran deferensial. Jadi, sistem pembelajaran memberikan keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa tersebut. Sehingga prosesnya tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tetapi juga fokus pada proses dan konten atau materi.
Sebagai contoh guru menugaskan siswa untuk belajar pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar agar dapat jadi sumber makanan. Tugas ini secara tidak langsung dapat mengarahkan siswa yang berpotensi dan belajar sesuai dengan minatnya.(yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
