Harga Cabai Ikutan Naik
KAJEN - Memasuki bulan Ramadhan 2022, harga sejumlah kebutuhan rumah tangga, mulai dari kebutuhan pokok, cabai, hingga sabun mandi mulai merangkak naik.
Minyak goreng pun masih langka. Bahkan ada pedagang di pasar tradisional yang sudah dua bulan ini tak jualan minyak goreng karena tidak ada barang di sales langganannya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kajen, Selasa (1/3/2022), lonjakan harga yang cukup tinggi terjadi pada cabai. Harga cabai rawit merah naik dari Rp 45 ribu perkilo menjadi Rp 60 ribu perkilo. Harga cabai merah besar dari Rp 32 ribu/kg jadi Rp 40 ribu perkilo. Sedangkan harga cabai keriting naik dari Rp 30-an ribu jadi Rp 40-an ribu.
"Kenaikan cabai sudah empat hari ini. Naik, naik, naik terus. Pertama naik dari Rp 36 ribu langsung Rp 45 ribu. Ini dari Rp 45 ribu langsung naik lagi jadi Rp 60 ribu. Mungkin karena memasuki bulan puasa. Stok si banyak," tutur Dwi (40), pedagang sayur di Pasar Induk Kajen, kemarin siang.
Menurutnya, kenaikan harga cabai jelang bulan puasa tahun 2022 ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun kemarin harga cabai Rp 80-an. Saat ini Rp 60-an. Masih mending tahun ini," katanya.
Untuk komoditas sayuran, kata dia, harganya masih normal. Hanya harga jagung manis yang mengalami kenaikan.
"Wortel, terong, timun, dan sayuran lainnya masih normal. Yang naik jagung manis karena katanya gagal panen. Tadinya satunya Rp 2 ribu sekarang Rp 3.500," terang dia.
DUA BULAN TAK JUAL MIGOR
Disinggung harga minyak goreng, ia mengatakan di pasar harga minyak goreng masih tinggi. Di kisaran Rp 20-an ribu perkilonya. Namun minyak goreng masih langka, atau sulit dicari.
"Minyak goreng di pasar sulit dicari. Sales paling ngasih tiga karton. Itu pun toko-toko terpilih. Pedagang seperti saya jelas ndak dikasih. Saya sudah dua bulan ndak jual minyak. Lha sales selalu bilang stok di gudang kosong. Itu yang kemasan. Curah ada tapi harganya Rp 20-an ribu. Kemasan ya sama masih tinggi di Rp 20-an ribu perkilo," kata dia.
Diakuinya, ada minyak goreng bersubsidi. Namun kebanyakan di toko retail modern. Itu pun stoknya terbatas. "Kadang ada informasi ada minyak goreng tapi saat didatangi habis," ungkap dia.
Ditambahkan, semua merk minyak goreng langka, dari Bimoli, Fortune, Tropical, dan lainnya kosong semua. Pedagang berharap, stok minyak goreng kembali melimpah.
"Kami berharap sales-sales stok minyaknya banyak. Mahal ndak papa sing penting akeh barange. Lha nek wis mahal terus longko barange podo wae kene kan angel," keluh dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
