Pemdes Lumenang Fasilitasi Bantuan
**Keluarga Chorib yang Tinggal di Kandang Sapi
PANINGGARAN - Nasib keluarga pasangan Chorib dan Choyi yang menghuni bekas kandang sapi di Desa Lumeneng, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, bersama empat anaknya, ternyata mengundang perhatian dan kepedulian banyak pihak. Salah satunya dari Pemerintah Kecamatan Paninggaran sendiri.
Diberitakan sebelumnya, Chorib dan keluarganya sudah tiga tahunan ini memilih tinggal di bekas kandang sapi berukuran 3x4 meter karena sudah tak memiliki rumah. Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Chorib mengandalkan kerja serabutan.
Pihak Pemerintah Desa Lumeneng sendiri telah mengupayakan membantu keluarga miskin itu, baik soal rumah maupun bansos. Sementara ini, mereka masuk dalam data penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.
Hal itu dibenarkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Paninggaran, Agus Alamsyah. Menurutnya, pihak desa bukan tinggal diam melihat masalah yang dihadapi pasangan Chorib-Choyi, melainkan turut aktif memfasilitasi bantuan untuk warganya tersebut.
Hanya saja, jelas Agus, selama ini upaya Pemdes membantu keluarga Chorib juga terkendala persoalan administrasi. Sesuai data kecamatan, Chorib memang asli kelahiran Lumeneng, namun secara administrasi telah menjadi warga Wonosobo berdasarkan bukti KTP dan KK.
Namun demikian, pihak desa juga telah memfasilitasi bantuan untuk Chorib dan keluarga. Salah satunya guna mengurus perubahan KTP dan KK, pihak desa bahkan sempat memberikan uang saku.
"Pihak desa Lumeneng bahkan sudah dua kali mengajukan bantuan RTLH provinsi dan dana desa, namun hal tersebut terkendala masalah KK dan KTP sehingga tidak dapat direalisasi. Karena aturannya begitu," terang Agus.
Selain itu, Pemdes Lumeneng juga tetap mengupayakan bantuan sosial untuk keluarga Chorib. Selain masuk dalam daftar penerima PKH, selama masa pandemi Covid-19 juga mereka mendapatkan bansos.
Kecuali itu, sesuai informasi juga Chorib dikatakan Agus sebetulnya masih memiliki rumah milik orang tua. Hanya saja, dimungkinkan pasangan itu memilih tak serumah dan menempati tempat tinggal bekas kandang sapi karena telah memiliki anak.
"Kandang sapi itu telah lama mangkrak dan telah direhab dijadikan tempat tinggal oleh mereka. Yang jelas, kami juga sudah berkoordinasi dengan pemdes Lumeneng, meminta agar desa bisa membantunya melalui program yang ada, tetangga yang mampu juga bisa membantu. Ya prinsipnya jangan sampai ada warga yang kelaparan," pungkasnya. (jun)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
