Peternak Ayam Gulung Tikar
**Harga Anjlok Rp 12 Ribu/Kilo
KARANGANYAR - Peternak ayam pedaging kelimpungan. Bahkan banyak yang gulung tikar. Pasalnya, harga ayam pedaging anjlok di kisaran Rp 12 ribu perkilo. Harga normal untuk break event point di kisaran Rp 18 ribu/kilo.
Salah satu peternak ayam, Waluyo Jati, kemarin, mengatakan, dalam sepekan terakhir harga ayam pedaging di tingkat peternak hanya Rp 12 ribu/kilo. Namun harga ayam pedaging di pasaran masih berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu/kg.
Dalam tiga bulan terakhir, kata dia, harga ayam di tingkat peternak memang cenderung terus turun. Dari harga Rp 19 ribu/kg - Rp 21 ribu/kg, turun menjadi Rp 16 ribu/kg - Rp 18 ribu/kg, dan saat ini terjun bebas di harga Rp 12 ribu/kg - Rp 14 ribu/kg. Ia memprediksi harga anjlok hingga akhir Hari Raya Idul Adha, atau hingga PPKM darurat dicabut lagi.
"Banyak peternak gulung tikar, terutama peternak mandiri. Agar modal balik harga jual diangka Rp 18 ribu hingga 18.500. Ini baru bisa balik modalnya, belum dapat untung. Agar untung, harga Rp 19 ribu ke atas," terang dia.
Menurutnya, kondisi peternak saat ini hancur, terutama peternak mandiri yang tidak bermitra dengan perusahaan besar.
Dikatakan, hancurnya harga ayam karena ada PPKM darurat. Kebutuhan ayam menurun drastis. Di antaranya, banyak usaha kuliner berbahan baku ayam mengurangi produknya, dan tidak adanya hajatan selama PPKM berlangsung sehingga serapan daging ayam berkurang drastis.
"Tingkat kebutuhan ayam di tengah masyarakat berkurang drastis. Ini (ayam) banyak yang numpuk di kandang. Saya saja masih ada stok ayam sekitar 27 ton, atau sekitar 9 ribu ekor. Biasanya dua-tiga hari panen, sekarang sudah seminggu lebih ndak diangkut," keluh dia.
Perputaran uang pun tersendat. Ia biasanya total panen 44 ton. Saat ini baru diambil 27 ton.
"Perputaran uang mandek. Ngelu jadinya. Pengambilan ayam kurang, pakan naik. Pakan naik dari Rp 7 ribu menjadi Rp 9 ribu sekian. Naik sekitar Rp 1700-an perkilonya," keluhnya.
Dikatakan, peternak mandiri banyak yang terpuruk. Banyak kandang yang dikosongkan. Yang bertahan, kata dia, peternak yang bermitra dengan perusahaan besar.
"Peternak mandiri kandangnya pada mangkrak sekarang," kata dia.
Peternak mitra pun saat ini banyak merugi. Ia sendiri yang memiliki enam kandang sejak awal bulan lalu merugi pada kisaran Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.
Disisi lain, tingkat kematian ayam saat ini meningkat sekitar 3 persen. Pada kondisi normal, kematian ayam sekitar 3 persen hingga 5 persen, saat ini mencapai 8 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
