Peternak Ayam Gulung Tikar
"Dengan bobot ayam bertambah besar dan pemanenannya telat risiko kematian meningkat. Risiko berdesakan, stres, penyakit juga datang karena amonia mulai banyak kalau ayam besar. Tingkat kematian biasanya 3 sampai 5 persen, sekarang di atas 8 persen," ungkap dia.
Peternak mitra yang dihitung adalah ayam hidup. Kematian ayam kerugiannya ditanggung peternak.
"Dengan kapasitas ayam 6 ribu ekor, modal sekitar Rp 260-an juta hingga Rp 280-an juta. Kerugian sekitar Rp 20 juta hingga 30 juta. Itu yang populasinya 6 ribu ekor. Saya periode kemarin Rp 37 juta ruginya. Itu di awal bulan kemarin. Harganya saat itu masih Rp 15.500 perkilo," katanya.
Dengan adanya PPKM darurat, serapan pedagang dari luar daerah berkurang, bahkan terhenti. Padahal pedagang dari luar daerah sekali ambil bisa 6 ton hingga 8 ton. Serapan bakul lokal juga mandek. Untuk bakul lokal serapannya paling beberapa kuintal saja.
"Bakul eceran yang biasa ambil satu kuintal, dua kuintal ya setop tidak ambil di kandang karena situasi sepi," keluhnya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
