Petugas Sweeping Anak untuk Imunisasi
*Kendala Musim Pancaroba, Banyak Anak Sakit
KAJEN - Untuk percepatan BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional), petugas lakukan sweeping anak dengan door to door ke rumah penduduk. Hasilnya optimal. Capaian BIAN pekan lalu sudah hampir 90 persen.
"BIAN ditarget bulan September ini harus selesai. Namun di lapangan bisa bertambah lagi tergantung dengan kondisi. Jika sampai batas waktunya belum selesai akan tetap dilaksanakan sampai sasaran betul-betul selesai," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, kemarin.
Dikatakan, per tanggal 1 September, capaian BIAN sudah 89,8 persen. Dengan rincian, kejar OPV 12-59 bulan sebanyak 4.068, jumlah diimunisasi sudah 3.266 (80,3%). Kejar IPV 12-59 bulan (10.946), jumlah diimunisasi 6.806 (62,2%). Kejar DPT-HB Hib 12-59 bulan (7.062), jumlah diimunisasi 5.094 (73,1%). Sedangkan MR 9-59 bulan (55.447), jumlah diimunisasi 49.771 (89,8%).
"Imunisasi ini sudah ditunggu masyarakat karena selama dua tahun vakum akibat pandemi, sehingga perlu ada percepatan," kata Wawan.
Kendalanya, lanjut dia, saat akan diimunisasi, si anak sakit sehingga pelaksanaannya ditunda.
"Kondisinya memang pancaroba. Banyak yang sakit.
Solusinya sweeping. Petugas datangi rumah sasaran, atau door to door. Ini kan luar biasa sekali petugasnya," ujar dia.
Menurutnya, imunisasi sebagai sarana untuk mencegah agar tidak tertular penyakit yang dapat disebabkan karena tidak imunisasi. "Kalau tidak diimunisasi ya seperti Covid karena disebabkan oleh virus dan bakteri. Tujuannya untuk memberikan kekebalan," tandasnya.
Anak yang tidak disuntik rubella bisa terkena rubella. Jika terpapar pada ibu hamil itu bisa terkena juga janinnya. Bahayanya itu. Makanya perlu ada pemutusan secara serentak rantai penularannya.
"Karena di luar wilayah Jawa sudah ada penularan karena dua tahun tidak vaksinasi. Sehingga bisa kita lakukan pencegahan di kita agar tidak terjadi penularan," ujar dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
