Jalan Rusak Sudah Renggut Empat Nyawa
*Jalan Lambanggelun - Wangkelang Rusak Parah
KANDANGSERANG - Kondisi jalan Lambanggelun - Wangkelang rusak parah. Sedikitnya sudah empat nyawa pendatang melayang hanya gara-gara jalan rusak tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Pekalongan.
Jalan kabupaten ini merupakan jalur alternatif penghubung dua kecamatan. Yakni Kecamatan Kandangserang dengan Paninggaran.
"Kondisi jalan sudah seperti kali asat. Panjangnya sekitar 3 Km. Ini jalur alternatif Kecamatan Kandangsserang dengan Paninggaran. Pintu masuknya berarti poros Desa Lambur (Kandangserang) sampai ke Sitatah, Lambanggelung (Paninggaran)," ujar Kepala Desa Wangkelang, Slamet Riyadi, kemarin.
Menurutnya, jalan antar kecamatan itu ditarik menjadi jalan kabupaten sejak tahun 2017. Sejak saat itulah jalan tak pernah disentuh perbaikan.
"Ditarik pemda dimulai 2017 sampai sekarang Alhamdulillah belum ada perhatian. Diharapkan tahun ini bisa diperbaiki karena sudah 5 tahun rusak parah," ungkapnya.
Diakuinya, ia selaku kepala desa sudah mengusulkan perbaikan jalan itu ke sejumlah pihak, baik secara formal di Musrenbang maupun secara non formal saat bertemu dengan beberapa wakil rakyat. Namun jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
"Usulan di Musrenbang tingkat kecamatan sudah dua kali. Tapi Alhamdulillah belum ada perhatian," katanya.
Ditandaskan, jalan tersebut akses utama warga, baik itu untuk akses pendidikan, kesehatan, ke pasar, dan ke kecamatan. Akibat jalan rusak, banyak warga alami kecelakaan lalu lintas.
"Dua tahun ini sudah berulang kali kejadian kecelakaan, bahkan sempat meninggal dunia. Kalau ndak salah empat orang meninggal. Mereka pendatang yang tidak menguasai medan di sini. Anak-anak sini juga biasa kecelakaan. Lecet-lecet. Motornya rusak-rusak. Itu sudah biasa," ungkap dia.
Mirisnya lagi jika ada ibu hamil akan melahirkan. Kondisi jalan seperti kali asat sangat rawan bagi ibu hamil. Tak heran, beberapa ibu hamil jelang HPL dititipkan di rumah kerabatnya yang ada di bawah.
"Jelang HPL dikembalikan ke keluarga. Contoh dulu saya sendiri pas lahiran anak yang ketiga, satu minggu sebelum HPL sudah saya rapatkan (titipkan) ke tempat orang tua di bawah sini," kata dia.
Ditambahkan, untuk kondisi jalan yang dinilai sangat ekstrem warga setempat, terutama sopir-sopir doplak dan warga yang miliki mobil, iuran secara swadaya untuk ngecor di titik jalan paling parah. Agar jalan lebih mudah dan aman dilintasi. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
