Kasus Covid-19 Kian Bertambah
*Total ada 13 Kasus Baru
*Satu Penumpang Bus AKAP Positif
*RS Isolasi Terpadu Dihidupkan Lagi
KAJEN - Hanya dalam beberapa pekan di awal tahun 2022 ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan trennya terus bertambah. Per tanggal 1 Februari 2022, sudah ada 13 kasus baru yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kota Santri.
Sebagian kasus baru itu penyebarannya dari kontak erat dengan warga positif yang baru dari luar kota, terutama dari Jakarta. Bahkan, Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan, Rabu (2/2/2022), menemukan satu penumpang bus PO Arimbi yang positif Covid-19. Perempuan berinisial Kus (56), warga Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, yang hasil swab antigennya positif langsung dikirim ke tempat isolasi terpadu di RSUD Kesesi. Sopir bus dan penumpang lainnya pun masih dalam pelacakan.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, kemarin sore, menerangkan, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan per tanggal 1 Februari 2022 total ada 13 orang. Rinciannya, dua orang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan, satu orang di RS Al Karomah Pekalongan, dan satu orang di RS Ashari Pemalang. Sementara sembilan orang lainnya menjalani isolasi mandiri karena kondisinya tanpa gejala.
"Temuan kasus ini ada di beberapa kecamatan. Ada di Kecamatan Talun, Karanganyar, Kajen, Bojong, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Tirto, Wiradesa, dan Karangdadap. Itu kondisi per 1 Februari," terang Sekda.
Disebutkan, rata-rata pemicunya adalah kontak dengan orang dari luar kota, terutama dari Jakarta.
"Seperti hari ini kita juga menemukan satu penumpang bus PO Arimbi atas nama Kus, 56 tahun, warga Desa Kalipancur. Ini juga swab antigennya positif. Ini kita lakukan isolasi terpadu di RSUD Kesesi," terang dia.
Itu contoh temuan kasus yang datangnya dari luar. Dari 13 kasus itu, rata-rata karena ada warga dari luar kota, terutama dari Jakarta, pulang ke Pekalongan dengan membawa virus Corona.
"Itu dari luar. Seperti ada warga dari Jakarta yang pulang kampung, ternyata positif. Sehingga kita harus hidupkan kembali Jogo Tonggo," tandasnya.
Untuk antisipasi peningkatan kasus, satgas juga akan meningkatkan tracking dan tracing. "Kita juga sudah mengaktifkan kembali isolasi terpadu di RSUD Kesesi," ujar Akbar.
Antisipasi peningkatan kasus Covid-19, lanjut Sekda, akan selaras dengan kebijakan PPKM di level 2. Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk level 2. Artinya, kata dia, pihaknya akan melakukan pembatasan-pembatasan dan mengendalikan mobilitas warga. "Saya melihat gejala yang paling banyak ini terutama dari Jakarta. Seperti kasus penumpang bus hari ini. Kita masih melakukan tracking dan tracing sopir dan penumpang bus Arimbi itu. Kasus hari ini itu satu orang sudah positif. Sudah ketemu. Drivernya kita sudah lakukan testing dan masih tunggu hasilnya. Dua penumpang lainnya juga dalam pencarian. Dalam satu bus itu ada empat orang termasuk driver. Untungnya kosong. Empat orang ini akan kita tracking semua. Rata-rata tinggalnya di Jakarta," terang dia.
Ke depan satgas akan lakukan lagi tracking di terminal dan pos bus. Mobilitas warga juga akan dibatasi.
"Kita sudah prediksi sesuai dengan tren yang ada gelombang ketiga kita prediksi di Februari - Maret ini akan meningkat," katanya.
Langkah antisipasi dari pemerintah, ujar Sekda, selain meningkatkan tracking dan tracing juga akan menyiapkan kembali tempat isolasi terpadu sekaligus menyiapkan rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
