Targetkan Tuntas dalam Dua Pekan
*Vaksinasi Anak Usia 6-11 di Bojong
BOJONG - Kick off vaksinasi anak usia 6 tahun - 11 tahun di Kabupaten Pekalongan dimulai Kamis (6/1/2022). Anak-anak dengan pendampingan orang tua atau walinya tampak semangat mengikuti vaksinasi tersebut.
Orang tua mendukung program vaksinasi anak usia SD sederajat. Salah satu alasannya, mereka berharap anak-anak mereka bisa segera sekolah dengan normal.
"Saya sangat mendukung. Biar anak-anak bisa sekolah normal lagi," ungkap Eli, salah satu orang tua murid di SDN 01 Wiroditan, Bojong, ditemui saat mendampingi anaknya vaksinasi di SD itu, kemarin pagi.
Dari pantauan Radar, antusias orang tua untuk mengantarkan anaknya divaksin cukup tinggi. Bahkan, ada beberapa orang tua yang belum vaksin, ikut minta disuntik vaksin usai anaknya divaksin.
Skrining ketat dilaksanakan petugas sebelum anak disuntik vaksin. Sebagian besar anak tampak tidak takut disuntik. Sebagian kecil lainnya ada yang nangis karena takut. Dengan dampingan orang tua dan disemangati petugas Puskesmas, aparat Polri, TNI, dan pihak kecamatan, anak-anak yang takut pun akhirnya berani untuk disuntik. "Sakit. Seperti digigit kucing. Tadi sempat takut tapi ndak nangis," tutur Alfa, salah satu pelajar SD yang divaksin.
Camat Bojong Farid Abdul Khakim, mengatakan, cakupan vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Pekalongan sudah lebih dari 70 persen. Sehingga vaksinasi anak usia 6-11 tahun bisa dilaksanakan.
"Pada hari ini dilakukan kick off secara serentak di wilayah Kabupaten Pekalongan. Untuk wilayah Bojong total sasaran ada 7.285 anak. Pada hari ini kita memulai dari SD 01 Wiroditan, dengan sasaran 255 anak," terang Farid.
Ia menargetkan dalam 14 hari kedepan vaksinasi anak usia itu bisa selesai. Artinya, setiap harinya paling tidak ada 500 anak yang divaksin.
Disinggung respon orang tua, ia mengatakan, para orang tua justru menunggu dan mendukung anak-anak mereka untuk divaksin. "Karena mungkin kakak-kakaknya sudah dilakukan vaksin, adik-adiknya yang di usia 6 sampai 11 tahun itu belum dilakukan. Support dan dorongan dari orang tua sangat baik," kata dia.
Sementara itu, Kepala SDN 01 Wiroditan, Akhmad Zaenal Abidin, mengatakan, sebelum vaksinasi dilaksanakan, sosialisasi dilakukan terhadap para orang tua murid. Menurutnya, di SDN 01 Wiroditan ada 255 anak. Ia optimis dalam sehari itu paling tidak 90 persen anak bisa divaksin. Karena antusias dari anak dan orang tuanya cukup tinggi.
"Hari ini kita melaksanakan vaksinasi. Sampai dengan detik ini antusiasnya sangat tinggi. Saya yakin target ini hampir 90 persen tercapai. Karena ada juga orang tua yang belum vaksin, saya imbau ikut vaksin juga di sini. Termasuk dari luar desa tadi ada beberapa. Artinya apa bahwa program vaksinasi ini sangat didukung oleh masyarakat," ujar dia.
Dikatakan, hingga kemarin siang tidak ada kasus (KIPI), misalnya anak pingsan atau apa. Pasalnya, skrining memang dilakukan dengan ketat oleh petugas. Anak juga harus didampingi orang tuanya atau walinya.
"Imbauan dari dinas, anak harus didampingi orang tuanya. Karena ada beberapa hal yang harus diperoleh datanya oleh petugas terkait riwayat sakitnya, kondisi kesehatan hari ini seperti apa. Tujuannya memberikan data yang valid. Bahkan kalau yang dampingi tidak bisa berikan data yang valid, petugas puskesmas setop dulu. Anak itu belum bisa divaksin. Skrinningnya ketat sekali. Dilakukan dengan prosedur dengan baik," kata dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
