Kota Santri Level 2, Vaksinasi Tetap Digenjot
KAJEN - Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pekalongan kembali turun dari level 3 ke level 2. Dengan berbagai inovasi tim vaksinator, satgas Covid-19, dan dukungan masyarakat dan dunia usaha, cakupan vaksinasi yang semula masih rendah akhirnya bisa memenuhi syarat minimal untuk berada di level 2. Yakni, cakupan vaksinasi dosis 1 minimal 50%, dan cakupan vaksinasi lansia minimal 40%.
"Sejak Senin (29/11/2021) kita turun ke level 2. Syarat minimal kan untuk dosis lansia 40%, kita sudah 46,8%. Yang umum kita sudah 60,8%, syarat minimalnya kan 50%," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Selasa (30/11/2021).
Meski cakupan vaksinasi tercapai, ia menegaskan tak akan mengurangi upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan. Vaksinasi akan terus dilakukan karena untuk menciptakan herd immunity di masyarakat cakupannya mininal harus 70%.
"Kita masih 60,8% sehingga masih tetap kita kejar untuk mencapai 70 persen itu. Berbagai upaya terus kita lakukan," tandas dia.
Wawan mengingatkan, meski level sudah turun, protokol kesehatan harus terus dipatuhi. "Bagaimana pun juga Covid ditularkan hanya manusia dengan manusia, antar manusia, bukan ada perantara yang lain. Untuk itu, saya minta agar tetap menjaga protokol kesehatan," pesan dia.
Ia mengimbau masyarakat yang belum vaksin untuk bisa ikut vaksinasi. Pasalnya, ujar dia, vaksinasi ini penting dan mampu mencegah penularan Covid. "Ini terbukti di Indonesia. Indonesia dikategorikan paling bagus dalam mengupayakan pencegahan dengan vaksinasi ini," ungkap dia.
Untuk itu, ia minta masyarakat untuk tetap melaksanakan vaksinasi dan pakai masker. Karena vaksin dan masker pasangan ideal untuk cegah Covid. Disamping jaga jarak dan kurangi kerumunan yang tidak perlu. "Ini penting sekali untuk mencegah penularan Covid di Kabupaten Pekalongan," tandasnya.
Disinggung antisipasi mobilitas warga saat libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah akan berupaya mengurangi mengurangi mobilitas warga. "Nanti akan diberlakukan PPKM level 3 seperti yang sudah kita lakukan dengan pengetatan dan pemeriksaan ketat. Jadi ini tunggu saja waktunya akan kita lakukan itu. Penjaringan juga melakukan sweeping dan pemeriksaan di jalan itu kita lakukan lagi. Nanti akan kita lakukan vaksinasi bagi mereka yang belum vaksin," kata dia.
*Semangat Ikut Vaksinasi
Meski hujan dengan intensitas tinggi kerap mengguyur Kabupaten Pekalongan, semangat petugas dan warga untuk mencapai target cakupan vaksinasi tak surut. Meski dikepung banjir, misalnya, warga Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan tetap antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 di balai desa.
Warga rela menembus genangan air setinggi lutut untuk menuju lokasi vaksinasi di balai desa setempat. Banyak pula lansia yang dituntun pihak keluarga atau tetangga untuk bisa ikut vaksinasi tersebut.
"Alhamdulillah meski banjir warga tetap semangat vaksin. Hampir 100 persen tadi hadir. Ini kan dosis 2 jadi otomatis kelanjutan dari yang kemarin sudah vaksin dosis 1," ujar Kades Depok, Hadi Suwitno.
Dikatakan, rata-rata warga yang ikut vaksin di balai desa adalah pemukim semua, atau warga yang menetap di desa itu. "Warga Depok kan sebagian ada yang merantau. Jadi yang kemarin ikut dosis 1 rata-rata yang ada di kampung," kata dia.
Warga ikut vaksin karena melaksanakan anjuran dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. "Warga ngikuti anjuran dari pemerintah untuk ikut dua kali vaksin. 100 persen hampir hadir tadi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
