Idul Adha, Golden Momen Peternak
*PMK Sulit Dikendalikan
*Kasus Lebih Dari 500 Ekor
*Angka Kematian Kurang Dari 2 %
*Pasar Hewan Kajen Dibuka Hari Ini
KAJEN - Laju penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kian sulit dikendalikan. Pasalnya, jelang Idul Adha merupakan golden momen bagi para peternak dan penjual hewan kurban.
Jelang Hari Raya Kurban, lalu lintas lintas ternak akan tinggi. Sehinggga memengaruhi penyebaran penyakit PMK pada ternak ruminansia, terutama sapi.
Di Kabupaten Pekalongan, kasus PMK sudah di atas 500 ekor sapi. Meski demikian, angka kematian sapi masih di bawah 2 persen. Sebagian lagi kondisinya membaik. Ada pula yang dipotong lebih cepat untuk hindari kematian sapi.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, drh Arif Rahman, Selasa (21/6/2022) siang, mengatakan, jelang Idul Adha pihaknya akan terjunkan tim pemeriksa kesehatan hewan. Tim ini melibatkan petugas kesehatan hewan dan para penyuluh. Tim bertugas untuk lakukan pemantauan hewan kurban.
"Ya minimal kita bekali untuk gejala-gejala PMK seperti apa. Nanti ada respon cepat dan langkah cepat ketika ada atau muncul gejala PMK pada hewan yang akan dikurbankan untuk bisa diambil tindakan," ujar dia.
Pihaknya juga akan buat selebaran tentang kesehatan hewan dan PMK. Selebaran ini akan disebarkan ke panitia-panitia kurban dan instansi-instansi terkait seperti Kemenag.
"Untuk sah tidaknya hewan kurban, kami akan berpatokan surat edaran dari MUI. Ditambah dengan pertimbangan teknis kesehatan hewannya," kata Arif.
Menurutnya, perkembangan PMK di Kabupaten Pekalongan tetap terpantau. Diakuinya, pihaknya tidak bisa mengendalikan PMK.
Artinya penyakit ini menyebar dengan sendirinya, dan menyebar dengan cepat. Karena memang penyakit ini paling lengkap proses penyebarannya. Melalui segala rute. Dari udara, air, carrier, ditambah tingkat kedisiplinan peternak dan pedagang yang kurang. Padahal pihaknya sudah mensosialisasikan tentang pencegahan dan pengendalian PMK ke peternak dan pedagang.
"Tapi ini momennya Idul Adha itu golden momennya peternak di sini. Tapi beberapa peternak sudah hubungi kita untuk antisipasi. Beberapa dari mereka juga kita ajari perawatan sendiri, antisipasi sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka. Karena keterbatasan SDM kita. Kita tidak mungkin melayani 22 ribu ternak sapi di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Meskipun jumlah terkini kasus PMK belum direkap, ia mengatakan kasus PMK di Kabupaten Pekalongan sudah di atas 500 ekor sapi. "Dari 500-an itu sudah ada yang membaik, ada yang dipotong lebih cepat. Kematian sedikit sekali. Di bawah 2 persen," terang dia.
PASAR HEWAN KAJEN DIBUKA
Dikatakan, Pasar Hewan Kajen rencananya akan dibuka kembali pada Rabu (22/6/2022) hari ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
