iklan banner Honda atas

Lebakbarang Terisolir 2 Hari

Lebakbarang Terisolir 2 Hari

*Jalur Karanganyar - Lebakbarang Putus
*Jembatan Kali Jangkar Tersapu Longsor

LEBAKBARANG - Bencana longsor kembali menghajar jalur utama menuju Kecamatan Lebakbarang dari arah Karanganyar. Jembatan Kali Jangkar hilang tersapu longsor. Akses ke 11 desa di wilayah pegunungan itu sempat terputus total sejak Selasa (26/1/2022) sore hingga Rabu (27/1/2022) siang.

Guna membuka akses warga, aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan PMI, Perhutani, pihak kecamatan, dan warga sekitar bahu membahu membersihkan material longsor dan pohon tumbang. Selanjutnya, dibuat jalan darurat di atas reruntuhan longsor agar sepeda motor bisa lewat. Dengan kerja keras, sekitar pukul 13.00 WIB, akses darurat untuk jalur sepeda motor selesai dibuat. Namun penggunanya harus hati-hati dan waspada dengan potensi longsor susulan.

Berdasarkan pantauan Radar, kemarin pagi, dua pohon besar tumbang di Desa Lolong. Aparat gabungan Polsek Karanganyar, Koramil Karanganyar, dan pemerintah desa setempat membersihkan pohon besar yang tutup akses jalan tersebut.

Longsor terparah terjadi di Kali Jangkar, atau sekitar 500 meter ke arah selatan dari tugu tapal batas Karanganyar - Lebakbarang. Badan jembatan lenyap tersapu longsor. Pohon-pohon berukuran besar tampak menumpuk di tengah jalan. Bahu jalan pun ada yang hilang ke arah lembah sedalam puluhan meter.

Akses ke Lebakbarang melalui jalur itu terputus total. Tak heran, pada Selasa malam, sejumlah warga Lebakbarang menginap di balai desa Lolong karena tidak bisa pulang.

Jalur alternatif lainnya ke atas, yakni melalui Lolong - Desa Mendolo juga longsor cukup parah. Sebagian badan jalan di jalur ini ambrol ke jurang. Kendaraan pun tak bisa melintasinya. Jalan alternatif lainnya melalui wilayah atas, yakni Tembelanggunung - Paninggaran diinformasikan juga tertutup longsor.

Danramil Lebakbarang Kapten Inf Budiharto, ditemui di lokasi longsor di Kali Jangkar, kemarin pagi, mengatakan, TNI bersama warga dan instansi lainnya masih membersihkan material longsor. Selanjutnya akan membuat jalur darurat agar sepeda motor bisa lewat. Sehingga akses warga tidak terputus total.

Akibat hujan lebat disertai angin kencang pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB, kata dia, ada lima titik longsor besar di jalur Lebakbarang. Titik longsor sedang dan kecil jumlahnya lumayan banyak. Titik longsor terparah di Jembatan Jangkar. Jembatan hilang akibat dihajar longsor yang membawa material pohon berukuran besar.

"Saat ini fokus kita membuka akses jalan dengan menyingkirkan material yang ada, agar paling tidak, jalan ini bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga aktivitas masyarakat bisa segera berjalan normal kembali," kata dia.

Dikatakan, jalur alternatif lain ke bawah melalui jalur Mendolo juga tertutup longsor. Akses jalan belum terbuka. Akses lainnya melalui Tembelanggunung juga belum terbuka. "Jadi untuk sementara akses ke 11 desa di Kecamatan Lebakbarang masih terisolir," kata dia, kemarin pagi.

Ia mengimbau agar warga berhati-hati saat melintasi jalan karena licin. Warga harus siap siaga dengan potensi bencana alam, baik itu longsor maupun pohon tumbang.
Guru SMKN 1 Lebakbarang Andi Setiawan, salah satu warga yang terjebak longsor di Kali Jangkar. Ia tidak bisa meneruskan perjalanannya untuk ngajar di sekolah. Ia memutuskan untuk ikut kerja bakti bersama warga lainnya.

"Setiap hari saya kerja lewat jalur ini karena rumah saya di Karangjati (Wiradesa). Banyak guru yang dari bawah. 70 persen mungkin dari bawah. Untuk ngajar tetap berlangsung dengan mengoptimalkan guru-guru yang di atas," kata dia.

Kades Kapundutan, Sugeng, mengatakan, jembatan yang putus itu lebarnya sekitar 6 meter, dengan panjang sekitar 10 meter. Jembatan ini akses utama ke Lebakbarang dari arah Karanganyar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: