Longsor di Dua Desa
Ia bersyukur penghuni rumah di bawah tebing itu sudah diingatkan terlebih dahulu, sehingga malam itu mereka tidur di rumah kerabatnya. "Di rumah Pak Tasmad ada lima jiwa, namun Pak Tasmad sendiri bekerja di Jakarta. Mungkin sore tadi baru sampai di rumah karena dikabari tadi pagi kalau rumahnya kena longsor," katanya.
Dikatakan, ada dua ruangan yang jebol di rumah Tasmad, yakni ruang tamu dan ruang makan. "Dinding rumah jebol karena dihajar dapuran bambu. Tanahnya memang labil dan tebingnya tinggi, hujannya juga ndak berhenti-henti akhirnya longsor," terang dia.
Ia pun sudah mengingatkan pemilik rumah di atas tebing agar berhati-hati, karena tebing di sebelah rumah sudah retak-retak. "Jika hujan terus, agar nyingkir karena kondisine medeni," kata dia.
Ditambahkan, pemukiman di Dukuh Karisan memang rawan longsor saat musim hujan. "Rata-rata rumahnya berada di tebing tinggi. Jumlah kepala keluarga ada 139. Rumahnya ada 100-an lah," kata dia.
Ia pun sudah mewanti-wanti warga di dukuh tersebut untuk lebih berhati-hati akan adanya potensi longsor saat musim hujan. "Saya juga terus berkomunikasi dengan kepala dusunnya jika ada sesuatu untuk cepat ngabari," imbuh dia.
Sementara itu, Kapolsek Kandanserang Iptu Suro membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, adanya kabar tersebut Minggu 13 Desember 2020 pukul 12.00 WIB anggota piket melaksanakan pengecekan tanah longsor di Desa Garungwiyara Kecamatan Kandangserang.
"Kajadian bermula sekira pukul 19.00 WIB wilayah Kecamatan Kandangserang diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Namun hingga pukul 22.00 WIB yang menyebabkan pondasi rumah depan milik Kusno dan Suhemi Dukuh Wiyoro Rt 08 Rw.04 mengalami longsor. Sedangkan untuk rumah yang tertimpa longsor milik Lebuh, " terangnya. (had/yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
