iklan banner Honda atas

Tiap Bulan Harus Ditransfusi Darah

Tiap Bulan Harus Ditransfusi Darah

*RSUD Kajen Peduli Thalasemia

KAJEN - Puluhan warga Kabupaten Pekalongan diketahui idap penyakit thalasemia. Penyakit keturunan yang tidak bisa disembuhkan. Tiap bulan penderitanya harus rutin ditransfusi darah.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap penderita thalasemia, RSUD Kajen gelar Sarasehan Berbagi Kasih Thalasemia dan Fokus Grup Diskusi Pelayanan Kesehatan di Aula RSUD Kajen, Rabu (24/8/2022). Kegiatan itu juga dalam rangka HUT RSUD Kajen ke-17, HUT Kemerdekaan RI ke-77, dan HUT Kabupaten Pekalongan ke-400.

"Hari ini kita laksanakan kegiatan sarasehan thalasemia dan forum diskusi untuk mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat terkait apa saja pelayanan yang dibutuhkan masyarakat," ujar Direktur RSUD Kajen, dr Imam Prasetyo.

Di acara itu, pihak rumah sakit berbagi kebahagiaan dengan penderita thalasemia. Dibentuk pula komunitas, agar mereka bisa saling mendukung dan bersinergi.

"Kita berbagi kebahagiaan dan berbagi ilmu dengan dokter spesialis kami. Biar semuanya bisa tahu. Thalasemia itu apa, langkah-langkah jika ditemukan thalasemia apa," ujar dia.

Dikatakan, penderita thalasemia tidak bisa sembuh. Untuk itu diharapkan, semuanya yang terlibat bisa saling menguatkan.

"Nanti jika ada penderita baru, ada komunitas ini. Sehingga bisa saling mendukung dan bersinergi. Thalasemia di tempat kita ada 19," ungkapnya.

Disinggung tanda orang terkena thalasemia, di antaranya kondisi HB menurun, kondisinya pucat, dan anak lemas. Setiap bulan harus ditransfusi darah.

"Itu faktor keturunan. Untuk mencegahnya, sebelum pernikahan ada konsultasi pranikah dulu untuk cek DNA-nya," kata dia.

Ditambahkan, FGD sendiri dilaksanakan untuk menyerap masukan-masukan dari masyarakat terkait apa yang dibutuhkan terhadap pelayanan di RSUD Kajen. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: