iklan banner Honda atas

Tiga Desa Terendam Banjir

Tiga Desa Terendam Banjir

**Lantaran Tanggul Jebol

TIRTO - Tiga desa di pesisir Kabupaten Pekalongan terendam banjir, Jumat (24/6/2022). Banjir ini akibat tanggul Sungai Meduri di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, jebol sepanjang 25 meter.

Ketiga desa yang kebanjiran itu ialah Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Desa Karangjompo. Tiga desa ini di Kecamatan Tirto. Jebolnya tanggul itu juga mengakibakan Kelurahan Pasirsari, Kota Pekalongan, terendam banjir.

Sungai Meduri merupakan salah satu sungai besar yang membelah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Dari alur sungai ini lah rob kerap memasuki wilayah pemukiman penduduk di sepanjang alur sungai tersebut. Warga sebenarnya sudah meninggikan tanggul sungai hingga ketinggian sekitar 2 meter. Namun seiring perjalanan waktu, rob pun kian tinggi. Akibatnya, air sungai melimpas ke pemukiman. Bahkan saking derasnya gempuran arus sungai, tanggul sempat beberapa kali jebol.

Hingga Minggu (26/6/2022), banjir di tiga desa itu mulai surut. Namun genangan air masih ada. Pasalnya, tanggul sungai yang jebol sudah ditutup. Warga kerja bakti untuk buat tanggul darurat dengan bantuan dari Pusdataru Jateng, DPU dan BPBD Kabupaten Pekalongan. "Masih ada genangan air butuh waktu untuk surutnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, kemarin sore.

Kades Tegaldowo, Junaidi, Jumat (24/6/2022), mengatakan, tanggul Sungai Meduri jebol sejak Selasa (21/6/2022). Menurut dia, tanggul sungai jebol akibat rob terlalu tinggi. "Tanggul yang jebol panjangnya sekitar 25 meter," terang dia.

Dikatakan, tanggul yang jebol ini berada di sisi timur sungai. Sehingga air sungai limpas ke beberapa desa. Di antaranya ke Desa Mulyorejo, Karangjompo, Tegaldowo, dan Kelurahan Pasirsari.

"Sore tanggul jebol, malam kita kerjakan tanggulnya. Malam Kamis dan malam Jumat itu jebol lagi tanggulnya. Tanggul darurat kita pakai manual, jadi tidak kuat. Bambunya hanyut lagi dan ini kita pakai ekskavator. Alhamdulilah sudah kuat dan ini tinggal numpuki karung berisi tanah," ungkapnya.

Saat disinggung apakah ada pengungsi akibat banjir itu, ia mengatakan untuk saat ini belum ada pengungsi dari tanggul jebol tersebut. "Kalau pengungsi di Desa Tegaldowo belum ada. Cuma rumah dan jalan terendam air ketinggian sekitar 40 hingga 60 centimeter," kata dia.

Sementara itu, Nuryadi (63), warga Tegaldowo RT 7 RW 3 mengatakan, banjir sudah menggenangi pemukiman sejak empat hari yang lalu. "Banjir rob ini akibat tanggul jebol, sehingga air masuk ke pemukiman," terang dia.

Menurutnya, ketinggian air ini mencapai 50 centimeter. Di dalam rumah, lanjut dia, ketinggian air mencapai 20 centimeter. Ia pun mengatakan banyak warga yang mengungsi ke rumah kerabatnya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: