200 Rumah Terdampak Banjir
*Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Meduri
TIRTO - Tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kembali jebol pada Sabtu (13/11/2021). Akibatnya, ratusan rumah di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, banjir, Minggu (14/11/2021). Sedikitnya 200-an rumah di RT 06, 07, 08 dan 09 di RW 03, Desa Tegaldowo diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.
Ahmad Salam, warga RT 08 RW 03, kemarin, memgatakan, banjir terjadi akibat ada tanggul yang jebol karena tidak kuat menahan debit air pasang yang tinggi sejak Sabtu sore. Lokasi jebolnya tanggul di Desa Jeruksari.
"Air sudah mulai masuk permukiman warga sejak Sabtu sore, tapi belum begitu tinggi dan tadi pagi sebelum subuh air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Untuk ketinggian air kalau di rumah saya setinggi lutut," terang Salam, kemarin.
Ditambahkan, hingga kemarin pagi belum ada imbauan dari pemerintah desa atau kecamatan kepada warga untuk mengungsi.
Hinduwan, warga RT 03 RW 05, mengatakan, akibat dari banjir yang kian tinggi sejak dini hari, akses jalan desa tidak dapat dilalui. Warga secara mandiri sudah mengamankan barang-barang berharga, seperti sepeda motor, mobil dan barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi.
"Untuk menjaga dan antisipasi dampak banjir, motor dan mobil sudah dievakuasi ke lokasi lebih tinggi di sepanjang tanggul Sungai Meduri dan jalan desa supaya aman," jelas Hinduwan.
Mereka berharap, pemerintah desa, kecamatan atau Kabupaten Pekalongan melalui dinas terkait segera melakukan langkah penanganan agar banjir tidak kian besar. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, dikonfirmasi, kemarin, membenarkan tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari kembali jebol pada Sabtu. Menurutnya, tanggul darurat yang jebol itu kemarin sudah ditangani lagi. Ia berharap penanganan kali ini lebih kuat, sehingga tanggul tidak jebol lagi.
"Sabtu tanggul penanganan darurat yang sudah dilakukan jebol karena rob besar. Hari ini yang jebol sudah diperbaiki kembali. Semoga kuat dan tidak jebol lagi," ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, tanggul Sungai Meduri di sisi utara Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, jebol diterjang air rob, Rabu (10/11/2021) malam. Prediksi BMKG potensi air rob dalam beberapa hari terakhir ini cukup tinggi.
Jebolnya tanggul sungai itu dilaporkan warga ke Wakil Bupati Pekalongan Riswadi usai membuka bintek budidaya udang vaname di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan di Kajen, Kamis (12/11/2021) siang. Usai membuka kegiatan itu, dua warga Jeruksari yang ikut bintek mencegat Wabup. Keduanya pun melaporkan kejadian jebolnya tanggul itu.
Toni (53), warga Desa Jeruksari, mengatakan, sungai di bagian utara sudah ditanggul dari Kota Pekalongan. Namun, sekitar 100 meter lebih tanggul itu belum ada peninggian. "Masih pakai pancang dengan bambu dan waring. Begitu rob naik jebol. Jebol sepanjang 10 meter. Baru tadi malam, sekitar jam 10 malam," kata dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
