iklan banner Honda atas

21 Titik Bangunan Sadap ke Tersier Rusak Parah

21 Titik Bangunan Sadap ke Tersier Rusak Parah

*Pengembalian Fungsi Tersier DI Sragi Harus Dioptimalkan

KESESI - Kebutuhan air untuk para petani merupakan hal utama, untuk itu Pengembalian Fungsi Tersier Daerah Irigasi (DI) Sragi harus lebih optimal. Dengan begitu air bisa sampai ke para petani dengan lancar tanpa kendala.

Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Kalijogo, Tangguh menyampaikan bahwa tersier di daerah irigasi Sragi saat ini banyak yang sudah mati atau tidak kerumat. Setidaknya dari hasil pengecekan ada 21 bangunan sadap ke tersier dalam kondisi rusak parah di Daerah Irigasi Sragi.

"Dengan kerusakan tersebut maka membuat para petani mencari hak airnya dengan cara membobol saluran sekunder secara pribadi, " katanya.

Dikatakan bahwa untuk pengembalian fungsi bangunan sadap dan tersier merupakan solusi bagi para petani pengguna air dalam mendapatkan hak air. "Apa artinya pembangunan rehab DI Sragi kalau bangunan sadap tidak tersentuh yang ada air tidak maksimal sampai petani?" cetusnya.

Diakui mengenai kewenangan setelah 50 meter dari bangunan sadap tersebut adalah kewenangan petani. Sehingga perlu dorongan pemberdayaan melalui kelembagaan P3A untuk giat menghidupkan gotong royong.

"Untuk itu kami berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan fokus terhadap tersier yang ada di DI Sragi menjadi prioritas pembangunan, karena ini menjadi kewenangannya," ungkapnya.

Sebelumnya, Pembangunan Daerah Irigasi (DI) Sragi yang kini sudah berjalan menimbulkan polemik baru bagi para petani. Pasalnya selain saluran alami tertutup, jalan yang dilalui untuk proyek juga rusak.

Meski sudah ada kesepakatan untuk perbaikan jalan, namun pihak pemerintah Desa mengkhawatirkan setelah pembangunan selesai akan ditinggal begitu saja.(yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: