25 Desa di Kota Santri Terendam Banjir
**Di Tiga Kecamatan, Ratusan Warga Ngungsi
SRAGI - Sungai-sungai besar di Kabupaten Pekalongan kembali mengamuk saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Santri. Akibatnya, sedikitnya 25 desa di tiga kecamatan dilanda banjir.
Puluhan desa yang terdampak banjir adalah Desa Purwodadi, Gebangkerep, Bulakpelem, dan Desa Bulaksari di Kecamatan Sragi; Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, Pacar, Pandanarum, Samborejo, dan Desa Tanjung di Kecamatan Tirto.
Di Kecamatan Siwalan, ada 10 desa yang terdampak banjir. Yakni Desa Mejasem, Wonosari, Tengengwetan, Rembun, Tunjungsari, Pait, Yosorejo, Blacanan, Depok, dan Desa Boyoteluk.
Salah satu desa dengan banjir cukup parah adalah Desa Gebangkerap, Kecamatan Sragi. Desa ini memang langganan banjir tiap tahunnya akibat meluapnya Sungai Winong. Namun banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun lalu. Enam pedukuhan tergenang banjir sejak Sabtu (5/2/2022) malam hingga Minggu (6/2/2022) kemarin. Ketinggian air antara 40 cm hingga 1 meter. Ratusan warganya pun mengungsi.
Kades Gebangkerep, Didi Mardiono, menerangkan, enam dusun yang terendam banjir di antaranya Dukuh Sibangoh, Banjarturi, Karangtengah, Banjardowo Selatan, Banjardowo Utara, dan Dukuh Banjardowo Tengah. Di Desa Gebangkerep, kata dia, ada 515 rumah yang terendam banjir.
"Banjir tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," kata dia.
Dikatakan, apabila tanggul Sungai Winong ditinggikan mungkin tidak banjir separah ini. Pihaknya sudah sering mengusulkan peninggian tanggul itu, namun belum direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Sutiarti (42), warga RT 2 RW 10, Dukuh Banjardowo Tengah, Desa Gebangkerep, mengatakan, banjir mulai masuk ke dalam rumah sejak hari Sabtu, pukul 23.00 WIB.
"Biasanya banjir di desa saya jarang sekali masuk ke dalam rumah, namun kali ini air masuk ke rumah. Ketinggian airnya satu lutut orang dewasa," katanya.
Ia mengungkapkan, aktivitas warga terganggu karena ada banjir. "Sudah rumahnya terendam banjir ditambah suami lagi sakit mas," keluh dia.
Sementara itu, Camat Siwalan Siswanto, mengatakan, ada 10 desa di Kecamatan Siwalan yang sebagian besar wilayahnya terdampak banjir. Yakni Desa Mejasem, Wonosari, Tengengwetan, Rembun, Tunjungsari, Pait, Yosorejo, Blacanan, Depok, dan Desa Boyoteluk. Menurutnya, tidak ada pengungsi akibat banjir tersebut.
"Mudah-mudahan cuaca lebih bersahabat, sehingga air bisa segera berkurang," harap dia.
Camat Tirto, Agus Dwi Nugroho, mengatakan, di wilayahnya banjir terjadi di Desa Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, Pacar, Pandanarum, Samborejo, dan Desa Tanjung. "Untuk sementara ini belum ada yang mengungsi," katanya.
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti mengatakan, dampak parah banjir ini terjadi di Desa Gebangkerep dan Purwodadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
