409 Jiwa Terdampak Bencana Tanah Gerak
"Harapan kami semua, pemerintah daerah bisa membantu warga Desa Bodas yang terkena musibah tanah gerak," harapannya.
Sedangkan, Runi (49), warga RT 1 RW 1, Dukuh Bodas 1, mengatakan, saat kejadian tanah gerak ia sempat mendengar suara seperti rumah mau roboh.
"Saya waktu itu masih masak, tiba-tiba mendengar suara 'griyot-griyot'. Setelah itu saya langsung lari keluar rumah," katanya.
Setelah keluar dari rumah, tiang rumah sudah bergeser, dinding, dan jalan retak. Akibat kejadian itu, pagar rusak, tiang rumah geser, dan halaman jalannya retak-retak. Runi menambahkan, saat ini warga bergotong-royong membetulkan rumah yang ia tinggali.
"Ini warga gotong-royong betulin rumah saya dengan memberikan penyangga bambu di beberapa titik rumah. Tujuannya untuk menyangga agar rumah tidak ambruk," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, area pemukiman dan lahan pertanian di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, merekah dan ambles akibat bencana tanah gerak, Senin (15/12/2020). Akibatnya, puluhan rumah semi permanen di desa ini rusak, sehingga harus diperkuat dengan tiang-tiang penyangga agar tidak roboh. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
