iklan banner Honda atas

929 Rumah di Pesisir Tergenang Banjir

929 Rumah di Pesisir Tergenang Banjir

*Total 1277 KK Terdampak

SIWALAN - Hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir ini mengakibatkan ratusan rumah di empat desa di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, tergenang banjir, Selasa (23/11/2021). Ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 50 cm.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Pekalongan, empat desa di pesisir yang tergenang banjir adalah Desa Depok dan Blacanan, Kecamatan Siwalan, dan Desa Karangjompo dan Tegaldowo di Kecamatan Tirto. Dengan rincian, di Desa Depok sebanyak 354 rumah dengan 435 kepala keluarga (KK) terdampak. Di Desa Blacanan, ada 125 rumah dengan 147 KK terdampak.

Sebanyak 315 rumah dengan 515 KK di Desa Tegaldowo terdampak banjir. Selanjutnya ada 135 rumah dengan 180 KK di Desa Karangjompo terdampak banjir. Total ada 929 rumah dengan 1277 KK di empat desa di wilayah pesisir terdampak banjir. "Ketinggian air antara 10 cm hingga 50 cm," terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, kemarin siang.

Camat Siwalan, Siswanto mengatakan, akibat hujan pada Senin (22/11/2021) malam hingga Selasa (23/11/2021) pagi mengakibatkan hampir seluruh wilayah di Desa Depok tergenang banjir. Ketinggian air antara 15 cm hingga 50 cm. "Sebagian besar rumah kemasukan air antara 5 cm hingga 15 cm," terang dia.

Banjir juga melanda Desa Blacanan. Dikatakan, banjir di Desa Blacanan akibat meluapnya Sungai Kapidodo. Belum ada pengungsi akibat bencana banjir tersebut.

Kepala Desa Blacanan, Tarmudi saat dihubungi terpisah menerangkan, empat pedukuhan di desanya tergenang banjir, yakni Dukuh Keburan I (RT 1-6), Dukuh Keburan II (RT 7-12), Dukuh Blacanan I (RT 16 dan 17), dan di Dukuh Blacanan II (RT 19-24).

Disebutkan, di Dukuh Keburan I ketinggian banjir di jalan sekitar 10 cm - 50 cm. Di dalam rumah, ketinggian air 10 cm. Jumlah rumah terdampak ada 20, dengan 25 KK (40 orang).

"Di Keburan II, 45 rumah terdampak. Dengan 52 kepala keluarga atau 156 jiwa terdampak. Ketinggian air di jalan 10 cm hingga 30 cm, di dalam rumah 15 cm," terang dia.

Sementara itu, di Dukuh Blacanan I ada 20 rumah terkena banjir, dengan 25 KK atau 55 jiwa terdampak. Ketinggian air antara 10 cm hingga 40 cm. Di Dukuh Blacanan II, sebanyak 40 rumah kemasukan air dengan ketinggian air 5 cm hingga 10 cm. Di jalan, ketinggian air 10 cm hingga 40 cm. "Di sini ada 45 KK atau 135 jiwa terdampak," terang dia.

Banjir dan rob menjadi isu penting di Kabupaten Pekalongan. Penanganan banjir dan rob ini masuk di dalam visi misi Bupati. Di misi kelima jelas menyebutkan penanggulangan banjir rob dan infrastruktur lainnya.

"Penanggulangan banjir rob juga sudah kita masukan ke dalam skala prioritas penanganan di tahun 2022. Ada alokasi sekitar Rp 10 miliar untuk penanganan banjir rob. Rp 10 miliar itu akan diploting di beberaoa lokasi. Yang terbesar nanti di wilayah Depok berupa pembuatan rumah pompa. Depok belum tersentuh anggaran pusat itu. Kemarin kita apresiasi luar biasa masyarakat secara swadaya membangun tanggul sendiri. Itu luar biasa. Kabupaten hadir untuk tahun 2022 kita bangun untuk Depok," beber Kasubdit Infrastruktur Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan, Ismail, dalam wawancara sebelumnya.

Anggaran lainnya diploting di sekitar Wonokerto dan Tirto berupa saluran drainase.
"Masyarakat Wonokerto dan Tirto sudah menikmati hasil pembangunan tanggul. Setelah pembangunan tanggul, rob sudah tidak ada. Akan tetapi ketika hujan air tidak bisa keluar. Yang kita bangun saluran drainase di pemukinan yang terintegrasi agar air hujan bisa dialirkan ke longstorage," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: