Peduli Korban Banjir, MAI Salurkan Bantuan

Peduli Korban Banjir, MAI Salurkan Bantuan

KOTA PEKALONGAN - Mandiri Amal Insani (MAI) yang merupakan lembaga Bazis karyawan Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (2/2).

SERAHKAN - Perwakilan MAI sedang menyerahkan bantuan kepada korban banjir. MALEKHA

Dari pantauan tim relawan Bank Mandiri cab Pekalongan Imam Bonjol dibawah komando Nur Alfiyah dan berkoordinasi dengan Abdul Hadi dari MAI, Jumat sore (1/2), banjir melanda beberapa titik pemukiman warga dari ketinggian 2 - 5 meter.

"Untuk kota sendiri, ada 3 wilayah yang masih tinggi. Yaitu Kramatsari kurang lebih 19 KK, Pasir Sari 57 KK, Jeruk Sari 60 KK. Sedangkan Kabupaten Pekalongan ada Tegal Dowo sebanyak 55 KK," ungkap Kepala Program Tim MAI Foundation, Abdul Hadi.

Berangkat dari analisa kebutuhan dari tim MAI Foundation dan tim relawan bekerja sama dengan BNPB Wilayah Pekalongan, menyusuri titik-titik banjir untuk memberikan bantuan bahan pangan, obat-obatan, selimut dan mukena.

"Bantuan yang kami berikan berupa makanan, selimut, obat gatal, pampers dan lain sebagainya, dengan total nilai Rp15 juta ke 186 KK yang tersebar di beberapa titik lokasi banjir yang sudah kami data sebelumnya," ujarnya.

Tak hanya berhenti disitu, menurut Hadi, sapaan akrabnya, program tanggap darurat bencana adalah program yang akan terus dijalankan oleh MAI Foundation untuk meringankan ataupun membantu beban korban bencana di seluruh Indonesia. Dan akan terus bergerak menyampaikan amanah bagi korban.

Sementara itu, tim BNPB Wilayah Pekalongan yang diwakili oleh Imam menuturkan banjir yang terjadi diakibatkan adanya rob air laut, curah hujan lebat, pendangkalan sungai serta penurunan lapisan yang disebabkan konsumsi air tanah. Sehingga setiap tahun penurunan tanah mencapai 30 CM.

"Selama banjir warga yang terdampak mengungsi di beberapa posko. Sedangkan rumah warga yang tidak terkena banjir, mereka beraktifitas seperti biasanya menggunakan sepatu boot. Namun saat ini warga sudah mengeluhkan kesehatan anak-anak yang mulai demam karena kondisi banjir yang belum surut," pungkas Imam. (adv/mal)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: