Meski Zona Aman, Jangan Abai Prokes
*PGRI Bagi Masker
BOJONG - Meski Kabupaten Pekalongan saat ini untuk kasus Covid-19 masuk zona aman, namun masyakat ditekankan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Apalagi gelombang ketiga Covid-19 tengah mengancam dunia.
Untuk itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan ikut mengkampanyekan gerakan pakai masker kepada masyakat luas. Salah satu langkahnya dengan membagikan belasan ribu masker ke masyakat.
"Ini kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2021. Kita bagi 2 ribu masker untuk Kecamatan Bojong. Secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan ada 11 ribu masker. Ini ada unsur SD, SMP, SMA, dan Cabang Dinas Pendidikan Bojong," kata Ketua PGRI Kecamatan Bojong, Ahmad Zaenal Abidin, ditemui disela-sela pembagian masker gratis di traffight light Bojong, Sabtu (20/11/2021) pagi.
Untuk Kecamatan Bojong pembagian masker dilakukan di sekitar lampu merah dan Pasar Bojong. Untuk kecamatan lain di wilayah masing-masing.
Dengan kegiatan itu, kata dia, PGRI berupaya ikut mensukseskan upaya pencegahan Covid-19. Pembagian masker diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyatakat untuk memakai masker secara disiplin. "Masyarakat tidak lalai prokes, utamanya pakai masker, walaupun kasusnya sudah landai," kata dia.
PGRI Kabupaten Pekalongan tidak hanya bagi masker. Ada pembagian bantuan sosial kepada anak yatim dan piatu. "Anggota PGRI yang sudah meninggal, putra putrinya dapat santunan. Itu sumber dananya dari provinsi dan Kabupaten Pekalongan. Itu adalah salah satu bentuk kepedulian PGRI kepada masyarakat," ujar dia.
Masyarakat sendiri tampak antusias dengan pembagian masker itu. Dalam waktu hanya setengah jam, 2 ribu masker sudah habis.
"Bahkan belum saatnya bagi saja, kami baru jalan sudah ada yang minta. Sebenarnya mereka ingin juga disiplin pakai masker. Mungkin ada unsur harus beli atau mungkin lupa, sehingga ketika ada pembagian disambut antusias. Bisa dilihat sendiri. Dalam waktu setengah jam, dua ribu masker sudah habis. Ini artinya kami bekerja tidak main-main, termasuk yang di dalam pasar," ungkap dia.
Diakuinya, sebagian besar pengunjung pasar tidak pakai masker. Mereka justru ngejar petugas untuk minta masker gratis. "Bukan kita yang ngoyak. Mereka yang ngoyak lari mencari petugas yang membagikan masker," tutur dia.
Disinggung ada berapa anggota PGRI yang terdampak Covid-19, ia menyatakan tidak bisa memberikan angka pasti. Namun, lanjut dia, ada 72 anak yatim atau piatu dari anggota PGRI. "Ada 72 yang mendapat santunan dari provinsi dan dananya digabung dari kabupaten. Itu anak yatim atau piatu ya tapi yang terkena Covid kami tidak berani memberi statment. Yang jelas di Kecamatan Bojong sendiri ada satu yang meninggal karena positif Covid," imbuh dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
