iklan banner Honda atas

Banjir Rob Memprihatinkan

Banjir Rob Memprihatinkan

**Masyarakat Berharap Penanganan Dipercepat

TIRTO - Banjir rob di wilayah Kabupaten Pekalongan masih memprihatinkan. Kondisi itu sudah terjadi puluhan tahun. Berbagai langkah sudah dilakukan Pemerintah Daerah, namun belum maksimal karena terkendala pada Kementrian.

Hal itu dibenarkan Kabid PSDA pada DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Budi Antoyo.

"Apabila tidak dengan cepat ditangani yang pasti efeknya Rob di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan akan semakin parah, karena konsentrasi daripada air laut yang masuk ke wilayah pemukiman akan semakin besar. Seperti kemarin itu sudah 80 cm, yang masuk ke area pemukiman 60 cm. Ini pun dalam waktu dekat kemungkinan juga tanggul akan mengalami jebol lagi," tandasnya.

Diakui Budi, banjir rob berjalan sudah puluhan tahun merendam, khususnya di wilayah Kecamatan Tirto atau di wilayah Pesisir utara Kota Santri. Saat ini banjir rob itu sudah sangat memprihatinkan sekali

"Kami dengan pemerintah provinsi juga sudah berusaha untuk mengusulkan ke Pemerintah pusat itu berupa melalui DED yang telah disusun oleh Pemerintah Provinsi dengan nilai Rp 1,4 miliar. Itu sudah diajukan oleh Pemda Pekalongan bersama Pemkot Kota Pekalongan untuk ke Kementerian PU namun sampai hingga saat ini belum ada realisasi, " katanya.

Dijelaskan, pada pertemuan terakhir di Bappeda Provinsi, pihak BBWS dan Kementerian PU belum bisa menganggarkan di Tahun 2022 dan 2023 untuk penanganan Rob Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan yang terintegrasi. Kementerian pusat hanya bisa akan menganggarkan dan mengusulkanpasca 2025.

Namun setelah melihat kondisi sekarang tanggul jebol dua kali di bulan Mei dan Juni di Sungai Meduri ini tidak menutup kemungkinan ada penanganan segera. Terkait lahan kolam retensi, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan telah siap untuk pengadaan lahannya. Bila Pemerintah Pusat dana terbatas maka Pemda bisa mengusulkan pembangunan secara bertahap.

"Untuk kolam retensi ditinggal lebih dulu yang terpenting pembangunan untuk penutupan Sungai Meduri dan pemompaannya. Jadi saya kira penanganan Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan sudah masuk di Perpres 79 bisa segera dilaksanakan apabila mendapat persetujuan dari BBWS Pamali Juwana dan dari Kementerian Pusat," terangnya.

Sementara terkait kondisi tanggul Sungai Meduri beberapa pekan terakhir berkali kali jebol akibat tidak kuatnya menahan air. Untuk penanganan sementara Pemerintah Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto bersama Pemkab Pekalongan sudah melakukan penutupan tanggul yang jebol dengan seadanya.

"Sudah berkali kali tanggul Sungai Meduri Jebol sehingga air masuk ke pemukiman warga kami, " terang Kepala Desa Tegal Dowo Kecamatan Tirto, Budi Junaidi, Rabu (06/07/2022).

Diakui untuk saat ini memang ada proses pembangunan perapet sehingga tanggul lebih kuat dan tidak jebol. Namun anggaran tersebut tidak mengaver untuk semua.

"Harapan kami dengan anggaran tahun ini pembangunan perapet bisa terselesaikan semua sehingga tidak lagi jebol. Karena apabila tidak warga tetap saja was was, sebab setiap tahun ketinggian air naik sekitar 20 cm, "ungkapnya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: