Banyak Industri dan Warga Asing, Bupati Wihaji Minta Kantor Unit Kerja Keimigrasian di Batang

Banyak Industri dan Warga  Asing, Bupati Wihaji Minta Kantor Unit Kerja Keimigrasian di Batang

Bupati Wihaji didampingi Kepala DPMPST saat menerima kunjungan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng dan Kepala Kantor Imigrasi Pemalang. (Dok istimewa)

BATANG - Untuk mendekatkan pelayanan perijinan pada masyarakat, terutama terkait pengurusan Penerbitan Dokumen Perjalanan Indonesia atau Paspor, Pemkab Batang Kerjasama dengan Kantor Wilayah Hukum Dan Ham Jawa Tengah Divis Keimigrasian membuka pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPST).

Bupati Batang Wihaji mengatakan, untuk pelayanan keimigrasian di DPMPST memang Pemkab Batang yang meminta. Hal itu dilakukan mengingat adanya dua hal yang menjadi potensi meningkatnya permohonan dokumen keimigrasian, yaitu banyaknya industri dan pelayanan dokumen keimigrasian untuk warga negara asing.

"Proses kerjasmanya atau MoU harus kita lalu, dan kalau bisa 18 Februari 2018 kita launcing serta langsung bisa menerbitkan dokumen baru atau penggantian Paspor," ujar Bupati Wihaji saat mendapingi Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS, saat melakukan kunjungan di Kantor DPMPST Batang Rabu (13/1).

Bupati menegaskan, Pemkab Batang siap menyedikan infratruktur serta sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan. Mengingat hal itu menjadi kewajiban bagi daerah yang memang serius ingin mendekatkan dan melayani masyarakat serta warga asing yang ada di Batang.

"Saya juga berharap bisa berdiri Kantor Unit Kerja Keimigraisan di Batang," harap Wihaji.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS, mengatakan lerjasama pelayanan leimigrasian khususnya Paspor dilakukan supaya masyarakat Batang dapat menikmati dan pelayanannya bisa lebih dekat. Namun demikian, kerjasama tersebut trkendala anggaran, SDM dan infrastruktur.

"Oleh karena itu, Bupati untuk menyiapkan semua itu, nanti saya yang akan bekerja disini. Hal ini agar masyarakat Batang dan sekitarnya bisa terlayani keimigrasian dan pengurusan Paspor," tegas Ramli.

Menurutnya untuk saat ini masih sebatas kerja sama yang akan di buka di kawasan mall pelayanan publik yang hanya bisa melayani untuk penerbitan ijin dokumen. Namun rencana kedepan akan dijadikan Kantor Unit Kerja Keimigrasian yang bisa melayanan perijinan warga negara asing.

"Batang salah satu daerah yang banyak Industri, sehingga kita harus konsen memperhatikan kegiatan warga negata asing," tambah Ramli HS.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Pemalang, Doni Alfisyahrin menjelaskan data keimigrasian permohonan haji asal Kabupaten Batang tahun ini mencapai 1.030 orang, yang sudah selesai sebanyak 800 pemohon.

"Untuk data orang asing yang ada di Batang berkisar 150 orang yang rata-rata bertujuan untuk bekerja, dan jumlahnya menjadi yang terbanyak di Eks Karsidenan Pekalongan," jelas Doni. Ditambahkan, selain itu juga ada warga negara asing yang menikah dengan warga Kabupaten Batang. (red/rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: