iklan banner Honda atas

Guru Rindu Ngajar, Murid Kangen KBM

Guru Rindu Ngajar, Murid Kangen KBM

SRAGI - Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-76 PGRI di SMPN 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan, penuh haru. Murid-murid di sekolahan ini mendesain acara untuk menghibur para guru, dan menyampaikan ucapan rasa terima kasih melalui setangkai bunga mawar.

Hiasan aneka balon beraneka warna tanpak menghiasi halaman SMPN 1 Sragi, Jumat (26/11/2021) pagi. Di dalam balon itu berisi kupon hadiah. Bapak dan ibu guru yang beruntung akan mendapatkan kado spesial yang tertulis di dalam kupon itu. Tak ayal para guru di sekolah ini pun berupaya memecahkan balon dengan tongkat.

Suasana agak hening ketika perwakilan murid menyanyikan lagu Hymne Guru. Perwakilan siswa lainnya dengan membawa setangkai bunga mawar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada guru-guru mereka. Beberapa guru dan murid pun tampak tak kuasa menahan tangis haru.

Waka Kesiswaan SMPN 1 Sragi, Aris Tri Jarwata, mengatakan, kegiatan hiburan dan tukar menukar kado itu didesain para siswa sebagai ungkapan rasa terimakasihnya kepada guru. Anak-anak pun memberikan rangkaian bunga untuk guru-guru mereka.

"Tadi bisa dilihat, anak-anak terharu, bapak ibu guru juga terharu. Selama pandemi ini, anak-anak komunikasinya dengan guru kan jauh. Ini sudah mulai ada peningkatan luar biasa. Ini hasil kreasi anak-anak untuk menyenangkan guru," kata dia.

Kegiatan lain yang digelar adalah tasyakuran. "Kita selama ini dalam keadaan sehat, dapat melaksanakan kegiatan dengan baik," ungkapnya.

Harapannya, pandemi ini lekas selesai. Level segera menuju ke nol. Sehingga bisa melakukan pembelajaran secara normal. Saat ini, proses kegiatan belajar mengajar masih terbatas. Anak yang berangkat masih 50%.

"Karena anak-anak sudah kangen dengan KBM. Termasuk bapak ibu guru juga rindu," kata dia.

Diakuinya, pembelajaran secara jarak jauh belum optimal. Guru pun akan sulit memberikan nilai sikap atau nilai karakter kalau tidak bisa bertatap muka.

"Kan pembelajaran itu tidak hanya pengetahuan saja. Ada nilai-nilai sikap dan karakter yang harus diberikan ke anak juga," ujarnya.

Menurutnya, semangat anak-anak untuk KBM luar biasa. Semangat guru dan dukungan orang tua juga sudah luar biasa. Apalagi Pemkab Pekalongan mendukung percepatan pembelajaran tatap muka dengan program vaksinasi bagi pelajar.

"Didukung lagi kemarin sudah vaksin kedua. Pada vaksin 1 ada 49 anak tidak bisa karena sakit. Yang kedua kemarin saya cek ada beberapa yang belum karena sakit," kata dia.

Menurutnya, antusias pelajar untuk divaksin sangat bagus. Hanya ada beberapa yang belum bisa divaksin karena sakit. "Termasuk kemarin kita data orang tua masih ada beberapa yang belum vaksin," ujar dia.

Ia pun merespon positif kebijakan Bupati bagi anak dan orang tuanya belum vaksin tidak boleh ikut ujian sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: