OW Tapak Menjangan Ditutup Sementara
DORO - Obyek Wisata (OW) Tapak Menjangan di Desa/Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, ditutup sementara. Penutupan destinasi wisata air ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena curah hujan saat ini cukup tinggi. Apalagi di tempat wisata ini sebelumnya ada satu korban meninggal dunia akibat tersapu banjir bandang saat bermain di Sungai Welo.
Kapolsek Doro AKP Aris Trie Hartanto dihubungi Radar, Kamis (11/11/2021), saat musim hujan pihaknya rutin melakukan patroli dan pembinaan ke obyek wisata air di Kecamatan Doro. Apalagi di OW Tapak Menjangan sudah ada korban.
"Walaupun mandinya di sungai itu kan masuknya lewat loket juga. Harusnya dari pengelola wisata ada imbauan atau semacam spanduk larangan mandi di sungai," ujar dia.
Patroli ke obyek wisata ditingkatkan karena situasi saat ini musim hujan. "Kita antisipasi agar tidak ada korban lagi. Untuk sementara yang Tapak Menjangan kita tutup," tandas dia.
Disebutkan, OW Tapak Menjangan dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa setempat. Menurutnya, untuk masuk ke Tapak Menjangan ada loket masuknya. "Berdasarkan keterangan korban yang selamat itu mau mandi di saluran air yang dikelola oleh Pokdarwis airnya agak deras. Mereka pun ke sungai yang airnya lebih tenang. Sungai ini tidak dikelola Pokdarwis," kata Kapolsek Doro.
Meski di lokasi kejadian tidak hujan. Namun ternyata di bagian hulu hujan. Banjir bandang pun terjadi. "Banjir bandang datang. Mereka terjebak di sisi barat sungai. Satu hanyut, satunya bisa menyelamatkan diri," kata dia.
Menurutnya, sebagian besar destinasi wisata di Kecamatan Doro merupakan wisata air. Selain Tapak Menjangan, ada pula Bengkelung Park, Curug Madu, dan Pakuluran.
"Kita lakukan patroli terus. Kita imbau ke pengelola, baik yang dikelola oleh Pokdarwis maupun BUMDes, agar kalau situasinya hujan dihentikan. Tidak ada orang yang turun ke sungai karena bisa berbahaya," ujar dia.
Dikatakan, dari pantauannya sebagian besar pengelola wisata air, seperti di Tapak Menjangan, itu belum memasang papan peringatan agar pengunjung bisa lebih berhati-hati. "Harusnya ada imbauan dalam bentuk spanduk untuk tidak mandi di sungai tapi mandinya di tempat yang disediakan pengelola. Kalau yang mandi di sini (Tapak Menjangan) ada ban yang disewakan.
Cuma tanpa pengawasan tadi akhirnya ada yang turun ke sungai. Itu yang berbahaya. Harusnya ada pagar batasnya. Minimal ada imbauan untuk tidak mandi di sungai," kata dia.
Ia menambahkan, selain daerah aliran sungai rawan banjir bandang, daerah atas seperti Desa Sidoharjo dan Pungangan rawan longsor.
Sebelumnya diberitakan, destinasi wisata air yang mengandalkan potensi alam sungai di Kabupaten Pekalongan banyak bermunculan. Pada musim penghujan, pengelola wisata air dan para pengunjung diimbau untuk mewaspadai datangnya banjir bah atau banjir kiriman dari hulu.
Pasalnya, banjir di sungai itu bisa mengancam keselamatan jiwa karena sapuan banjir bandang yang besar. Meskipun jago berenang akan sulit menghadapi arus banjir kiriman tersebut.
Seperti yang dialami seorang remaja dari Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Mirza (15). Saat asik bermain bersama teman-temannya di Sungai Welo di objek wisata Tapak Menjangan di Desa/Kecamatan Doro, remaja ini meninggal tersapu banjir bah, Minggu (31/10/2021) petang. Satu temannya bernama Arif Samsudin (16), warga Klego, yang juga tersapu banjir bah sungai itu bisa diselamatkan warga. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
