Stabilkan Harga, Pasar Mitra Tani Digelar
*Pembelian Dibatasi Sesuai Kewajaran
KENDAL - Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal menggelar Pasar Mitra Tani yang menjual hasil dari petani dan peternak asli Kendal. Soal harga, berbagai komoditas hasil pertanian dan perternakan di Pasar Mitra Tani terbilang murah dan berada di bawah harga pasar. Selain mensetabilkan harga, tujuan lainya membantu petani dan peternak dalam menjual hasil produksinya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Tjipto Wahjono mengatakan, Pasar Mitra Tani yang diadakan di halaman kantor DPP ini diadakan selama tiga hari, dan mulai dibuka 4 Mei 2021. Pembelian komoditi di pasar mitra tani dilakukan pembatasan atau menggunakan skala wajar penggunaan ukuran rumahan keluarga.
"Kita melakukan pembatasan tentunya untuk setiap pembelian terutama kalau beras itu maksimal 15-25 Kg, karena tujuan adanya pasar mitra tani ini adalah rumah tangga targetnya. Sedangkan komoditi lain sesuai batas wajar," katanya, kemarin.
Tjipto mengungkapkan, bahan kebutuhan yang dijual di Pasar Mitra Tani diantaranya beras, telur, gula, bawang merah, bawang putih, daging beku dan cabai. Terkait stok, DPP menyediakan beras segar (TTI) sebanyak 3 ton, beras mentik wangi 300 Kg, gula pasir curah 400 Kg, gula pasir kemasan pabrik 400 Kg, bawang merah 200 Kg, bawang putih kating 150 Kg, jambu kristal 50 Kg, jambu getas merah 200 Kg dan cabai rawit merah 10 Kg. "Untuk komoditi yang paling sering dicari adalah beras dan telur, dan cabai rawit lantaran menjelang lebaran permintaan cabai cukup tinggi," ungkapnya.
Untuk harga beras segar dengan kemasan 5 Kg dibandrol dengan harga Rp 44 ribu, bawang merah Rp 24 ribu/Kg dan telur dengan harga Rp 21 ribu/Kg. Beberapa harga lain dapat dilihat langsung melalui nomor layanan via WhatsApp. Dikatakan, dibukanya Pasar Mitra Tani ini untuk mengantisipasi harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami kenaikan saat menjelang lebaran. Selain Pasar Mitra Tani, juga dibuka Toko Tani yang buka setiap hari pada jam kerja dengan melayani pemesanan secara online.
"Suplai barang bekerja sama dengan gabungan kelompok tani. Pasar tai ini juga untuk mengedukasi supaya para petani bisa menjaga kualitas produk, sehingga produk yang dijual pun dikemas dengan kemasan yang bagus," tukasnya.
Salah satu pembeli asal Langenharjo, Ibu Ghofur (50), mengaku terbantu dengan adanya pasar tani yang digelar, karena harga yang ditawarkan memiliki selisih dari pasaran. "Harganya cukup ada selisih dari pasaran, sehingga kita sangat terbantu apalagi kebutuhan juga tinggi kalau di bulan puasa ini," ucapnya. (lid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
