iklan banner Honda atas

Sungai Bremi dan Meduri jadi Momok Rob

Sungai Bremi dan Meduri jadi Momok Rob

*DPRD Minta Tanggul Jebol Ditangani Permanen

TIRTO - Progres perbaikan tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang jebol hingga Kamis (18/11/2021) kemarin sudah mencapai 60 persen. Jika cuaca mendukung, perbaikan tanggul itu diperkirakan akan selesai Jumat (19/11/2021) hari ini.

Namun demikian, perbaikan tanggul saat ini masih bersifat penanganan darurat. Padahal, penanganan permanen amat dibutuhkan mengingat Sungai Bremi dan Meduri masih menjadi momok yang memicu banjir rob.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, saat dihubungi Radar, Kamis (18/11/2021). Ia telah meninjau perbaikan tanggul jebol itu sehari sebelumnya.
"Itu atas gotong royong dari warga Jeruksari untuk penanganan darurat sudah ditata dengan trucuk bambu bekerja sama dengan PSDA provinsi, BPBD kabupaten, dan PSDA kabupaten, progresnya sudah 60 persen," terang Sumar Rosul.

Dikatakan, penanganan darurat tanggul jebol itu terkendala hujan. Karena musim hujan, kuari tidak buka. "Dari kemarin mulai buka karena ndak hujan dan menggunakan tanah hasil normalisasi Sungai Mrican. Kalau ndak hujan besok (hari ini, red) mungkin selesai," kata dia.

Ia berharap, tanggul darurat itu ke depan bisa dipermanenkan. "Tahun depan harapan dari masyarakat tanggulnya itu dipermanenkan. Karena itu sudah ada yang permanen, kurang nyambung sedikit. Nyambung ke pintunya kurang sekitar 100 meteran," terang Sumar.

Diakuinya, penanganan tanggul itu menjadi kewenangan provinsi. Meski demikian, untuk penanganan darurat kemarin semua pihak saling bergotong-royong, baik dari masyarakat maupun Pemkab Pekalongan. "Saya waktu di lapangan juga bersama Pak Heru dari PSDA provinsi. Saya sudah menyampaikan agar ada solusi kedepan supaya dipermanenkan," katanya.

Untuk menghadapi puncak musim hujan, ia meminta agar dipersiapkan sedini mungkin. Baik itu persiapan pompa yang harus siap di beberapa titik, dan tanggul-tanggul yang berpotensi untuk jebol atau rusak harus segera diperkuat sedini mungkin.

Untuk penanganan jangka panjang, kata dia, pemerintah telah menyiapkan master plan penanganan banjir rob di Kecamatan Tirto. Di antaranya rencana menyambung tanggul longstorage dengan menutup Sungai Meduri dan Bremi. Karena dua sungai besar ini masih menjadi pemicu masuknya rob ke wilayah selatan. Direncanakan pula pembuatan kolam retensi dengan luasan lahan 30 hektar di Desa Mulyorejo. Selain itu ada polder-polder yang akan disiapkan.

Sumar menyebut, Detail Engineering Design (DED) atau detail gambar kerja proyek itu telah jadi. "Namun saya belum bisa bicara banyak karena ini belum dipaparkan di DPRD. Saya minta segera dipaparkan di DPRD. Kemudian diambil langkah kedepan secara bertahap sesuai perencanaan yang ada," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 375 rumah di empat desa di Kecamatan Tirto tergenang banjir akibat tanggul Sungai Meduri jebol. Ketinggian air antara 10 cm hingga 50 cm.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Selasa (16/11/2021), menerangkan, akibat tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, jebol, ada empat desa terdampak banjir. Yakni Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Desa Karangjompo. Sebanyak 375 rumah terdampak, dengan 594 kepala keluarga (KK). "Ketinggian air antara 10 cm hingga 50 cm. Belum ada pengungsi," terang dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: