Lulusan Akbid Diminta Turut Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Lulusan Akbid Diminta Turut Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

FOTO BERSAMA - Para wisudawan berfoto bersama pimpinan dan senat Akbid Harapan Ibu Pekalongan, dalam acara Wisuda IX Ahli Madya Kebidanan dan Sumpah Profesi Bidan Akbid Harapan Ibu Pekalongan tahun 2019 di Hotel Horison Pekalongan, Selasa (19/11).

KOTA - Para lulusan Akademi Kebidanan (Akbid) Harapan Ibu Pekalongan diharapkan turut meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, terutama dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi.

Demikian disampaikan Wali Kota Pekalongan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pembangunan, Erli Nuviati, pada acara Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda IX Ahli Madya Kebidanan dan Sumpah Profesi Bidan Akbid Harapan Ibu Pekalongan tahun 2019 di Krakatau Hall Hotel Horison Pekalongan, Selasa (19/11).

"Kami sangat mengharapkan peran para wisudawan maupun mahasiswa Akbid Harapan Ibu Pekalongan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya ikut menekan angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, maupun stunting," harapnya.

Apalagi, sambungnya, jumlah AKI di Kota Pekalongan ada sebanyak enam kasus. "Ini cukup memprihatinkan kita semua. Untuk itu Pemkot Pekalongan sangat berharap peran serta mahasiswa dan wisudawan Akbid Harapan Ibu Pekalongan dalam menekan AKI, kematian bayi, maupun stunting, sehingga angka kematian ibu, bayi, maupun kasus stunting bisa menurun," imbuh Wali Kota.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota melalui Erli atas nama Pemkot Pekalongan mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya hingga menjadi Ahli Madya Kebidanan. Pemkot Pekalongan juga sangat bangga dan bersyukur dengan keberadaan Akbid Harapan Ibu Pekalongan. Sebab, meski masih tergolong baru, yakni baru berdiri tahun 2008, tetapi perguruan tinggi tersebut sudah mendapat Akreditasi B dan menjadi salah satu yang terbaik di Jateng. "Dengan akreditasi yang diraih, ini menjadi bukti bahwa pendidikaj di Akbid Harapan Ibu Pekalongan sudah sesuai standar pemerintah," terangnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, melalui Kasubbag TU, Sartono, dalam sambutannya mengucapkan selamat dan mengapresiasi digelarnya wisuda ke-9 Ahli Madya Kebidanan oleh Akbid Harapan Ibu Pekalongan.

Dia juga mengapresiasi dengan prestasi yang diraih Akbid Harapan Ibu Pekalongan. Perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Harapan Ibu Pekalongan ini meraih penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VI Jateng dalam hal penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Akbid Harapan Ibu Pekalongan meraih predikat Terbaik III di bidang penelitian untuk kategori akademik. Raihan ini tentunya sangat membanggakan dan patut disyukuri. Harapannya ini meningkatkan motivasi untuk Akbid Harapan Ibu Pekalongan agar lebih berprestasi lagi," ungkapnya.

Direktur Akbid Harapan Ibu Pekalongan, Ida Baroroh SSiT MKes dalam laporannya menuturkan wisuda kali ini diikuti oleh 18 wisudawan. Mereka sebelumnya telah mengikuti perkuliahan selama 6 semester sejak tahun akademik 2016/2017 sampai dengan 2018/2019 dan telah mengikuti ujian akhir Program D-III Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan yang dilaksanakan secara mandiri. "Semua wisudawan telah melaksanakan kewajiban-kewajibannya," jelasnya.

Kewajiban dimaksud, yakni telah mengikuti perkuliahan sebanyak 115 SKS, terdiri dari 8 SKS mata kuliah wajib, 18 SKS mata kuliah penciri institusi, dan 89 SKS mata kuliah wajib prodi. Mereka juga telah mengikuti praktik di RSUD, Puskesmas dan BPM di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang, meliputi: KKPK; PKK I, II dan III; dan PKMD.

"Selain itu telah mengikuti Ujian Akhir Program D III Kebidanan, meliputi Uji ANC, Uji Panthom, Ujian Komprehensif dengan Metode PBT dan OSCE, serta Uji LTA (Laporan Tugas Akhir)," terangnya.

Dari hasil ujian dan evaluasi, 18 mahasiswa dinyatakan lulus. Hasil evaluasi meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan serta sikap, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi 3,71 dan IPK Terendah 3,03 serta rata-rata IPK 3,5, dan telah diputuskan melalui Surat Keputusan Direktur Akbid Harapan Ibu Pekalongan Nomor: 775/SK/AKBID.HIP/VIII/2019 Tanggal 27 Agustus 2019.

Adapun tiga wisudawan terbaik, terbaik pertama adalah Arina Manasika dengan IPK 3,71, terbaik ke dua Wadlihah dengan IPK 3,67, dan terbaik ke tiga Risky Widi Astuti dengan IPK 3,65.

Selain profesi wisuda, acara diisi pula dengan pengambilan sumpah profesi bidan oleh para wisudawan, dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Pekalongan, Zahidah STr SKeb.

Acara wisuda dihadiri segenap sivitas akademika, senat, mahasiswa, Badan Pembina dan Pengurus Yayasan Pendidikan Harapan Ibu Pekalongan, orang tua wisudawan, serta sejumlah tamu undangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: