375 Rumah Masih Tergenang Banjir
*Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Meduri
KAJEN - Sedikitnya 375 rumah di empat desa di Kecamatan Tirto tergenang banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Meduri. Ketinggian air berkisar antara 10 cm hingga 50 cm.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo, Selasa (16/11/2021), menerangkan, akibat tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, jebol, ada empat desa terdampak banjir, yakni Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Desa Karangjompo. Sebanyak 375 rumah terdampak banjir, dengan 594 kepala keluarga (KK). "Ketinggian air antara 10 cm hingga 50 cm. Belum ada pengungsi," terang dia.
Menurutnya, penanganan tanggul sungai yang jebol terkendala hujan. Tanggul yang jebol itu sudah ditutup dengan anyaman bambu. Di dalamnya akan diisi karung berisi tanah, sehingga tanggul itu kembali tertutup rapat.
"Kalau tanah kan harus ngambil. Kendalanya kemarin hujan. Kemarin tanggul sudah ditutup pakai anyaman bambu. Tinggal di dalamnya harus diisi tanah dalam karung. Insya Allah kalau hari ini cuacanya mendukung mudah-mudahan selesai tanggulnya sudah diisi tanah. Sehingga sudah rapet, air ndak bisa masuk. Kalau ini air masuk tapi tidak sebesar awal kemarin karena sudah ditutup walaupun masih dengan anyaman bambu," terang Budi.
Untuk antisipasi banjir rob, pemerintah sudah membangun tanggul-tanggul sungai seperti di Sungai Bremi dan Meduri. Karena belum selesai pekerjaan itu sehingga masih ada titik-titik rawan yang menyebabkan kerusakan tanggul. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada karena rob masih tinggi.
"Untuk Simonet informasinya kalau rob besar kayak gini sana itu otomatis banjir karena tidak ada penahannya dari air laut. Sehingga memang direncanakan untuk direlokasi," imbuh dia.
Warga Desa Mulyorejo, M Ridho, mengatakan, akibat tanggul Sungai Meduri jebol berimbas pada banjir di RT 9. Ketinggian air di wilayah itu sekitar 50 cm. "Warga masih bertahan di rumah masing-masing," kata dia.
Sekretaris Desa Mulyorejo, Nurul Huda, menambahkan, sebagian wilayah Mulyorejo terdampak banjir. Yakni di RT 9, atau pemukiman di timur Sungai Meduri. "Kurang lebih ada 12 rumah dengan 23 KK yang kena banjir," terang dia.
Seperti diberitakan, tanggul Sungai Meduri di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kembali jebol pada Sabtu (13/11/2021). Tanggul ini awalnya jebol pada Rabu (10/11/2021) malam, dan sudah ditangani secara darurat. Namun akibat air pasang laut tinggi, tanggul ini kembali jebol pada Sabtu.
Akibatnya, ratusan rumah di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, banjir, Minggu (14/11/2021).
Sedikitnya 200-an rumah di RT 06, 07, 08 dan 09 di RW 03, Desa Tegaldowo diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter.
Ahmad Salam, warga RT 08 RW 03, Desa Tegaldowo, mengatakan, banjir terjadi akibat ada tanggul yang jebol karena tidak kuat menahan debit air pasang yang tinggi sejak Sabtu sore. Lokasi jebolnya tanggul di Desa Jeruksari.
"Air sudah mulai masuk permukiman warga sejak Sabtu sore, tapi belum begitu tinggi dan tadi pagi (Minggu pagi) sebelum subuh air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Untuk ketinggian air kalau di rumah saya setinggi lutut," terang Salam.
Hinduwan, warga RT 03 RW 05, Desa Tegaldowo, mengatakan, akibat dari banjir yang kian tinggi sejak dini hari, akses jalan desa tidak dapat dilalui. Warga secara mandiri sudah mengamankan barang-barang berharga, seperti sepeda motor, mobil dan barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
