iklan banner Honda atas

8.828 Warga Miliki Penyakit Gula

8.828 Warga Miliki Penyakit Gula

*Di Tengah Pandemi PTM jadi Komorbid Yang Mematikan

KAJEN - Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai penyakit tidak menular (PTM). Utamanya penyakit diabetes melitus (DM/gula), hipertensi, dan jantung. Pasalnya, penyakit tidak menular itu bisa menjadi komorbid (penyakit penyerta) yang mematikan bagi orang yang terpapar virus corona.

Untuk itu, selain harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, dan mengurangi mobilitas agar tidak tertular virus corona, pola gaya hidup yang sehat juga harus dijaga. Ini sebagai salah satu langkah antisipatif agar tidak terkena penyakit tidak menular yang bisa menjadi komorbid mematikan.

Penderita penyakit tidak menular DM dan hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 masih cukup tinggi. Padahal, kedua penyakit ini tanpa ada Covid-19 pun menjadi penyebab risiko kematian yang masih tinggi. Namun, masyarakat masih kerap menyepelekannya.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan hingga bulan Juni 2021 terdapat temuan 8.828 kasus diabetes melitus, dengan estimasi kasus yang ada sekitar 20.763. Sedangkan, untuk hipertensi ditemukan 96.979 kasus, dengan estimasi ada 320.871 kasus.

Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dinkes, Sudaryanto, kemarin, mengakui deteksi dini masyarakat akan penyakit tidak menular masih kurang. Padahal berdasarkan data, kata dia, PTM di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Sebarannya pun hampir merata di tiap kecamatan. Untuk kasus hipertensi paling banyak ditemukan di Kecamatan Wiradesa. Sedangkan kasus DM paling banyak di Kecamatan Kedungwuni.

"PTM ini sangat dipengaruhi gaya hidup. Salah satunya senang makan junk food. Anak-anak muda sekarang juga jarang melakukan olahraga. Junk food boleh tapi dibatasi dan dibarengi juga dengan olahraga," kata dia.

Anak-anak saat ini lebih banyak bermain dengan handphone. Sehingga gerak tubuhnya terbatas. Sehingga berpotensi terkena penyakit DM dan hipertensi. Ia pun mencontohkan ada kasus anak usia SMA yang meninggal dunia akibat gulanya tinggi.

"Anak ini ternyata suka minum minuman perasa, namun aktivitas geraknya kurang. Sehingga kadar gulanya tinggi," terang dia.

Pada zaman dulu, kata dia, orang pergi kemana-mana naik sepeda. Saat ini sebagian besar menggunakan motor. "Ini yang harus disadarkan kembali ke anak-anak muda sekarang. Harus kembali ke pola zaman dulu lah. Senang olahraga. Senang makan makanan yang mengandung serat, sayur, dan buah. Jangan begadang. Banyak kan anak muda sekarang begadang karena main game," ujar dia.

Dengan kondisi lingkungan saat ini, akan lebih sulit memerangi PTM. Untuk itu, gaya hidup harus dikelola dengan baik. Edukasi sejak dini harus ditanamkan tentang pola hidup yang sehat.

Di tengah pandemi Covid-19, kata dia, tidak ada jaminan seseorang itu tidak tertular virus corona. Apalagi jika orang itu mobilitasnya tinggi dan suka berkerumun. Apabila virus corona menyerang orang yang memiliki penyakit gula, maka akan memperparah kondisi tubuhnya. "Kalau sudah tertempeli virus masuk ke orang yang mempunyai komorbid, DM, dimana ketahanan tubuhnya otomatis kan tidak bagus, sehingga virus berkembang. Covid ini memperparah statusnya. Virusnya lebih mudah berkembang biak di orang-orang yang punya komorbid tadi. Sehingga orang yang punya komorbid ini mohon maaf kadang endingnya lebih cepat," kata dia.

Oleh karen itu, lanjut dia, karena komorbid bisa memperparah Covid-19 masyarakat diminta jangan malas untuk melakukan deteksi dini PTM. "Kita ke Puskesmas sekarang itu jangan hanya karena sakit. Justru ke Puskesmas itu jangan sampai kita sakit. Itu yang harus dirubah polanya. Di Puskesmas kan bisa tanya-tanya kalau saya tidak ingin kena hipertensi bagaimana ya. Nanti kan diberi penyuluhan-penyuluhan," ujarnya.

Ke depan, angka penemuan kasus akan ditingkatkan lagi. Karena selama pandemi, tingkat kunjungan ke lapangan berkurang. "Kegiatan kemarin untuk menemukan kasus dengan kegiatan Posbindu, karena kita tidak boleh mengumpulkan banyak orang. Tekad kami ke depan. PR kami ke depan selaku seksi pencegahan penyakit tidak menular di Kabupaten Pekalongan akan berupaya semaksimal mungkin agar kegiatan-kegiatan kami bisa mencapai target," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: