Produksi Ikan TPI Pekalongan Naik, Harga Tinggi Dongkrak Pendapatan Nelayan
Keramaian- Keramaian nelayan lelang ikan yang berlangsung di TPI Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi
Radarpekalongan.co.id – Produksi perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan mengalami peningkatan pada Desember. Kenaikan produksi ini turut mendorong harga Ikan di pelelangan, sehingga berdampak positif terhadap pendapatan nelayan.
Kepala TPI Kota Pekalongan, Imam Suleni, mengatakan hasil tangkapan nelayan Pekalongan masih didominasi ikan layang, lemuru, dan tongkol, serta sebagian tenggiri untuk kebutuhan harian masyarakat.
“Untuk ikan bakaran seperti kakap jeruk dan sejenisnya tidak dilelang di TPI Pekalongan. Jenis tersebut termasuk ikan karang yang umumnya diperoleh dengan cara memancing. Sementara ikan yang dilelang di TPI merupakan hasil tangkapan jaring,” ujar Imam, Selasa (30/12/2025).
Meski demikian, Ia memastikan stok ikan untuk kebutuhan industri dan pabrik pengolahan masih aman. Jenis layang dan tongkol masih mencukupi untuk memenuhi permintaan pabrik pengalengan dan industri lokal.
Pada Desember ini, produksi ikan di TPI Pekalongan mencapai sekitar 1.100 hingga 1.200 ton, menjadikannya salah satu bulan dengan produksi tertinggi sepanjang tahun setelah Oktober dan November. Peningkatan ini dipicu oleh kembalinya kapal-kapal besar ke pelabuhan untuk proses perpanjangan dokumen kapal pada awal tahun.
BACA JUGA:Pemkab Pekalongan Dukung Pembahasan Raperda Cagar Budaya dan Pendidikan
BACA JUGA:Ragam Destinasi Wisata untuk Rayakan Pergantian Tahun di Pekalongan yang Terjangkau
Dari sisi bisnis, kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga ikan di pelelangan. “Harga bagus, tawar-menawar juga tinggi. Pendapatan nelayan meningkat, meskipun dampaknya harga ikan di pasaran menjadi lebih mahal,” kata Imam.
Ia menambahkan, harga ikan di TPI Pekalongan saat ini termasuk yang tertinggi dibanding daerah lain, sehingga cukup menguntungkan nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Meski produksi dan harga menunjukkan tren positif, TPI Pekalongan masih menghadapi tantangan dari sisi tingginya biaya retribusi. Tahun sebelumnya, produksi sempat turun sekitar 5–6 persen karena sebagian kapal memilih membongkar hasil tangkapan di daerah lain yang biayanya lebih rendah.
“Kami sudah mengusulkan agar tarif retribusi bisa diturunkan atau disamakan dengan daerah lain supaya TPI Pekalongan lebih bersaing,” pungkasnya.
Dengan produksi yang meningkat dan harga yang menguat, TPI Pekalongan dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus menggerakkan roda ekonomi sektor perikanan daerah. (Ap3)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
