30 Kali Longsor Susulan Terjadi di Bukit Gunung Beser Petungkriyono, Jalan Mudal–Dranan Ditutup Total
Material longsor Bukit Gunung Beser di Desa Yosorejo Petungkriyono menutup akses jalan Dukuh Mudal-Dranan, Jumat, 23 Januari 2026.-Hadi Waluyo-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Intensitas longsor susulan di Bukit Gunung Beser, Dukuh Mudal, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, tinggi.
Sejak longsor awal terjadi Kamis pagi, 22 Januari 2026, tercatat sekitar 30 kali longsor susulan terjadi hingga Jumat siang, 23 Januari 2026.
Longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu sore, 21 Januari 2026, hingga Kamis dini hari. Pada Kamis, pukul 06.45 WIB, material longsor dari puncak Bukit Gunung Beser bergerak ke arah selatan dan menumpuk di lembah di bawahnya.
Hingga Jumat pagi, pukul 08.00 WIB, longsor susulan terus terjadi dengan frekuensi tinggi. Bahkan, pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 10.15 WIB, longsoran kembali melebar ke arah barat dan terjadi dua kali longsor susulan.
Dampaknya, pada pukul 11.15 WIB, material longsor menutup total jalan penghubung Dukuh Mudal–Dukuh Dranan, sehingga akses utama warga terputus.
Camat Petungkriyono Hadi Surono, Jumat siang, 23 Januari 2026, mengatakan, penutupan jalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor lanjutan yang masih sangat mungkin terjadi.
"Longsor susulan terjadi beberapa kali dalam sehari. Material longsor sudah menutup jalan utama Mudal–Dranan, sehingga kami portal dan tutup total demi keselamatan warga," kata Hadi.
Menurutnya, kondisi bukit di atas jalur tersebut masih labil, sementara hujan di wilayah pegunungan Petungkriyono belum berhenti.
"Warga kami imbau tidak melintasi jalur itu karena sangat rawan. Risiko longsor susulan masih tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Danramil Petungkriyono Kapten Suswantoro, menyampaikan, aparat TNI bersama babinsa telah melakukan pemantauan lokasi, koordinasi lintas instansi, serta imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Untuk korban jiwa dan kerugian material nihil. Namun kami terus memonitor perkembangan longsor karena intensitasnya masih tinggi," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, dua kepala keluarga yang berada di zona rawan telah diungsikan sementara ke tempat aman.
Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar alat berat tetap disiagakan di Petungkriyono.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
