iklan banner Honda atas

BARAK SIMBA, Sistem Monitoring Belajar Siswa Berbasis QR Code Karya Guru Pekalongan

BARAK SIMBA, Sistem Monitoring Belajar Siswa Berbasis QR Code Karya Guru Pekalongan

Belajar- Suasana mengajar Dian Yuni bersama murid yang tengah berlangsung di SDN Poncol 2 Kota Pekalongan.-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.idInovasi di bidang pendidikan kembali lahir dari tangan guru daerah. Dian Yuni Lutfiana, pengajar kelas V di SD Negeri Poncol 02 Kota Pekalongan, berhasil mencuri perhatian melalui Inovasi bertajuk BARAK SIMBA (Barcode Aktivitas – Sistem Monitoring Belajar Siswa) yang mengantarkannya meraih Innovation Award tingkat Kota Pekalongan.

Inovasi BARAK SIMBA berangkat dari keresahannya terhadap rendahnya kebiasaan belajar siswa di rumah. Ia menemukan banyak siswa hanya belajar ketika ada pekerjaan rumah (PR), bahkan tak jarang lupa mengerjakannya. Kondisi tersebut mendorongnya mencari solusi agar guru dan orang tua dapat terhubung secara lebih efektif dan personal dalam memantau perkembangan belajar anak.

“Selama ini komunikasi lewat grup pesan memiliki keterbatasan karena informasinya bersifat umum. Saya membutuhkan media yang bisa memperbarui informasi setiap anak secara harian dan pribadi,” ujar Dian saat dikonfirmasi Radar, (26/1/2026)

Melalui BARAK SIMBA, setiap siswa dibekali QR Code pribadi yang dapat dipindai oleh orang tua menggunakan ponsel. Hasil pemindaian akan menampilkan Google Docs berisi data kehadiran, rekap belajar, tugas atau PR, aktivitas harian di sekolah, serta catatan khusus dari guru yang mencakup aspek akademik hingga karakter siswa.

Sistem ini dirancang sederhana dengan memanfaatkan teknologi. Data dikelola melalui spreadsheet yang terintegrasi dengan Google Docs dan dapat diperbarui secara otomatis melalui Google Form. Setiap pembaruan yang dilakukan guru akan langsung dapat diakses oleh orang tua secara real time.

BACA JUGA:Rapikan Kabel WiFi di Malam Hari, 2 Pemuda di Pekalongan Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

BACA JUGA:Adaptasi Era Digital, SMPN 1 Kajen Bangun Ekosistem Kelas Lewat Aplikasi SIDIK

BACA JUGA:Balgis Diab Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Halaqoh Muslimat NU Kota Pekalongan

BACA JUGA:Rayakan HUT ke-80, SDN Kradenan 01 Cetak Generasi Emas Lewat Market Day dan Parenting

Selain memudahkan guru dalam melakukan pemantauan, BARAK SIMBA juga berupaya mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi orang tua siswa. Ia menilai tidak semua orang tua dapat aktif di grup pesan instan karena keterbatasan kuota, perangkat, atau kondisi keluarga. Dengan sistem ini, orang tua tetap memperoleh informasi penting secara langsung tanpa harus membuka banyak aplikasi.

Tak hanya satu arah, BARAK SIMBA juga memungkinkan orang tua memberikan umpan balik kepada guru melalui tautan yang tersedia di dalam QR Code. Orang tua dapat menyampaikan kondisi belajar anak di rumah maupun kendala yang dihadapi, sehingga tercipta kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Pihaknya berharap inovasi ini mampu mengembalikan fokus pendidikan pada kebutuhan setiap anak. Menurutnya, keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari nilai kognitif, tetapi juga dari perilaku, karakter, dan kebiasaan belajar siswa.

Saat ini, BARAK SIMBA masih dalam tahap pengembangan sistem agar lebih mudah digunakan dan gratis sehingga dapat direplikasi oleh guru lain. “Harapannya, inovasi ini bisa menjadi pendamping komunikasi antara guru dan orang tua, baik saat anak berada di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya. (Ap3)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: