iklan banner Honda atas

Pemancing asal Banjernegara Tewas Terseret Arus Kaligenteng, Hanyut di Paninggaran, Ditemukan di Kandangserang

Pemancing asal Banjernegara Tewas Terseret Arus Kaligenteng, Hanyut di Paninggaran, Ditemukan di Kandangserang

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tenggelam di Kaligenteng, Paninggaran, yang ditemukan meninggal di Kedung Bangkai, Kandangserang, Rabu siang, 4 Februari 2026.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Seorang pemancing asal Kabupaten Banjarnegara ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Kaligenteng, tepatnya di Kedung Siandis, Dukuh Binangun, Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Korban ditemukan sekitar 3 kilometer dari titik awal diduga terpeleset dan hanyut terbawa arus Sungai Kaligenteng di Paninggaran. Korban ditemukan tak bernyawa di di Kedung Sohemi, Jogrek di Kandangserang, Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.

"Korban sudah ditemukan tadi sekitar setengah tiga di Kedung Sohemi Jogreg," terang Kepala Desa Werdi, Luqman, Rabu sore, 4 Februari 2026.

Korban diketahui bernama Mei Leo Idhul Jumno (30), warga Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Korban terbawa arus Sungai Kaligenteng pada Selasa, sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga:Pemancing Hilang Terseret Arus Kali Genteng, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian di Tengah Hujan Deras

Sekitar pukul 10.00 WIB, Yunus bersama dua rekannya, Reno Abi Nugroho (21), warga Desa Kasimpar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, dan Roni Hardianto (32), warga Desa/Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, memancing di Sungai Kaligenteng, di Kedung Siandis, Dukuh Binangun, Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran. Lokasi ini spot mancing favorit ikan tombro.

Saat mancing, Yunus terpeleset dan terbawa arus sungai. Namun, ia berhasil selamat dengan menaiki batu besar di sungai. Kedua temannya lantas pergi untuk meminta bantuan. 

Setelah berjalan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian, keduanya bertemu dengan pemancing lainnya bernama Leo dan tiga temannya. Keenam orang tersebut lantas kembali ke tempat Yunus.

Melihat kondisi arus yang deras, semua saksi lantas memutuskan untuk meminta bantuan warga sekitar. Sementara korban Leo menunggu di lokasi kejadian.

Namun, saat warga bersama para saksi sampai lokasi, korban Leo sudah tidak ada. Diduga, Leo hanyut terbawa arus sungai saat mencoba mengevakuasi Yunus.

Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi mengatakan, pada hari Rabu, sekitar pukul 09.30 WIB, dilaksanakan kegiatan pencarian orang tenggelam di aliran Sungai Kaligenteng di sekitar PLTMH Kandangserang.

Dalam pencarian itu, melibatkan puluhan personel dari Satuan Dalmas Polres Pekalongan, Polsek Kandangserang, Polsek Paninggaran, Koramil Kandangserang, Trantib Kecamatan Kandangserang, tim Basarnas Banjarnegara, tim BAGANA Kabupaten Pekalongan, dan PMI Kabupaten Pekalongan.

Dikatakan, dalam pencarian tersebut, personel dibagi menjadi dua tim. Tim 1 mulai pencarian dari Jembatan Kandangserang dan tim 2 mulai dari irigasi Dukuh Jogreg, Kandangserang.

"Tim melakukan penyisiran dan pencarian korban sepanjang sungai. Pada pukul 14.30 WIB, korban diketemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di Kedung Bangkai ikut wilayah Kecamatan Kandangserang," terang dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: