iklan banner Honda atas

Grand Opening Amandaru Hotel Pekalongan, Usung Layanan dan Konsep Baru

Grand Opening Amandaru Hotel Pekalongan, Usung Layanan dan Konsep Baru

Grand Opening- Kegiatan grand opening Amandaru Hotel Pekalongan yang berlangsung di Serambi Nusantara Ballroom hotel setempat, Kamis (12/2/2026).-FOTO-Dwi Fusti Hana Pertiwi

Radarpekalongan.co.id – Industri perhotelan di Kota Pekalongan kembali bergairah dengan dilaksanakannya grand opening Amandaru Hotel Pekalongan, hotel yang merupakan hasil rebranding dari Hotel Santika Pekalongan setelah beroperasi selama kurang lebih 10 tahun. Transformasi ini menjadi langkah strategis manajemen untuk menghadirkan identitas baru sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas.

Presiden Amandaru Hotel Pekalongan, Fenvira Teja, menyampaikan bahwa rebranding dilakukan sebagai bentuk penyegaran dan penyesuaian terhadap dinamika pasar. Menurutnya, setelah satu dekade beroperasi, sudah saatnya hotel hadir kembali dengan konsep dan semangat baru.

“Kami merasa ini momentum yang tepat untuk datang kembali dengan wajah baru, pelayanan yang lebih baik, serta fasilitas yang lebih ditingkatkan. Ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya, disela acara yang berlangsung di Serambi Nusantara Ballroom hotel setempat, Kamis (12/2/2026).

Nama Amandaru memiliki makna filosofis yang mendalam. “Aman” berarti kedamaian, sedangkan “Daru” dimaknai sebagai wahyu. Manajemen berharap Amandaru dapat menjadi “wahyu kedamaian”, tempat yang nyaman bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berkunjung ke Kota Pekalongan.

BACA JUGA:Perkuat Sektor Pariwisata Jateng, Kiprah Pengusaha Hotel dan Restoran Digenjot

BACA JUGA:Grand Dian Hotel Pekalongan Hadirkan Kampung Iftar, Sajikan Pilihan Menu Berbuka Mulai Rp50 Ribu

BACA JUGA: Wujud Nyata Toleransi, Bakti Sosial Lintas Agama Warnai Anniversary Hotel Dafam Pekalongan

Fenvira menambahkan, perubahan ini juga diharapkan mampu memberikan warna baru bagi sektor pariwisata daerah serta membawa dampak positif bagi para karyawan, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal. “Potensi anak-anak daerah luar biasa. Kami ingin hotel ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga membawa berkah bagi mereka,” katanya.

Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan berkurangnya dukungan dari sejumlah segmen pemerintahan, manajemen Amandaru Hotel menyiapkan strategi dengan memperluas pangsa pasar. Selain tetap menggarap segmen korporasi, hotel juga membidik wisatawan domestik maupun mancanegara yang mulai melirik Pekalongan.

“Kita tidak bisa tinggal diam. Apa yang berkurang harus kita cari penggantinya. Kami fokus ke segmen korporasi dan pelancong, termasuk menangkap peluang dari wisatawan asing yang mulai datang ke kota ini,” ungkapnya.

Ia juga mendorong dukungan pemerintah daerah untuk semakin mengoptimalkan potensi wisata Kota Pekalongan, khususnya identitas sebagai Kota Batik yang memiliki kekuatan budaya, desain, dan kreativitas tinggi sebagai daya tarik wisata.

BACA JUGA:Hotel Aston Pekalongan Syariah Hadirkan Campaign “Comfort Seoul Stay”

BACA JUGA:Promo KTP Jawa Tengah, Parkside Mandarin Hotel Pekalongan Tawarkan Diskon Hingga Setengah Harga

Sementara itu, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto, menyambut positif transformasi tersebut. Ia menilai perubahan dari Hotel Santika menjadi Amandaru Hotel merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: