iklan banner Honda atas

Tragis! Pelajar SMP di Pekalongan Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Tragis! Pelajar SMP di Pekalongan Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Unit Identifikasi Polres Pekalongan olah TKP kasus bunuh diri seorang pelajar di Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, Minggu malam, 1 Maret 2026.-Hadi Waluyo-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Seorang remaja berinisial M (13), ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumah neneknya, Minggu petang, 1 Maret 2026. 

Korban yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP tersebut pertama kali ditemukan oleh kakaknya saat hendak dibangunkan tidur sekitar pukul 18.05 WIB.

Peristiwa pilu ini terjadi di di Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Korban ditemukan menggantung pada kusen pintu kamar menggunakan seutas sarung.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, melalui Kapolsek Sragi AKP Turkhan, dikonfirmasi, Senin, 2 Maret 2026, membenarkan kejadian bunuh diri tersebut. 

Ia menjelaskan, pihaknya bergerak cepak ke lokasi bersama Unit Identifikasi Polres Pekalongan dan tim medis Puskesmas Siwalan setelah menerima laporan dari kepala desa setempat.

Baca juga:Penghuni Kost Bunuh Diri Gegerkan Warga Prawasan Pekalongan

"Kami menerima laporan sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung melakukan olah TKP," kata dia. 

Menurutnya, korban ditemukan oleh kakaknya saat hendak dibangunkan dari tidur sore. Karena pintu terkunci dan tidak ada jawaban, pihak keluarga berusaha membuka pintu dan mendapati korban sudah dalam posisi menggantung.

Berdasarkan hasil olah TKP, petugas menemukan fakta bahwa korban menggantung di kusen pintu setinggi 2 meter. Saat petugas tiba, posisi jasad korban sudah diturunkan oleh pihak keluarga yang sempat memberikan pertolongan pertama dengan memotong sarung yang menjerat leher korban.

"Kondisi fisik korban saat diperiksa sudah dalam keadaan kaku. Ditemukan luka lecet bekas jeratan sarung di leher serta tanda-tanda medis khas pada kasus gantung diri," jelas AKP Turkhan.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, diantaranya dua potong sarung yang digunakan untuk beraksi, satu kaos oblong abu-abu, dan satu celana pendek hitam milik korban.

Hingga saat ini, motif pelajar SMP tersebut nekat mengakhiri hidupnya masih menjadi tanda tanya. Kedua orang tua korban tampak syok hingga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi.

Korban merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Korban memiliki seorang kakak perempuan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang tidak memiliki masalah dengan siapapun.

"Pihak medis dari Puskesmas Siwalan dan Ttm Identifikasi menyimpulkan bahwa kejadian ini murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban," tambah Kapolsek.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait