banner honda Juli 2026

Dokter Tan Evi Susanti: Talasemia Tak Cukup Diobati, Tetapi Juga Harus Didampingi

Dokter Tan Evi Susanti: Talasemia Tak Cukup Diobati, Tetapi Juga Harus Didampingi

Dokter Tan Evi Susanti menilai talasemia perlu pendampingan, edukasi, dan dukungan keluarga, bukan sekadar pengobatan.-IST-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Bagi sebagian dokter, ruang praktik mungkin menjadi batas pelayanan kepada pasien. Namun tidak demikian bagi dr Tan Evi Susanti, Sp.A, dokter spesialis anak RSUD Kalisari Batang. Di balik rutinitas menangani anak-anak penyandang talasemia yang harus menjalani transfusi darah seumur hidup, ia memilih hadir sebagai pendamping, pendengar, sekaligus penyemangat bagi pasien dan keluarganya.

Menurut dr Evi, keberhasilan penanganan talasemia tidak hanya ditentukan oleh transfusi darah atau obat-obatan. Edukasi yang terus-menerus kepada orang tua menjadi bagian penting agar anak dapat menjalani pengobatan secara optimal.

"Sebetulnya itu tidak harus dari pemerintah dulu. Dari dokternya sendiri harusnya bisa mengedukasi dulu secara maksimal," ujarnya.

Karena itu, setiap kali bertemu pasien saat jadwal transfusi, dr Evi selalu menyempatkan diri memberikan pemahaman kepada orang tua, terutama mereka yang masih belum memahami pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan atau masih menganggap remeh kondisi anak.

"Kalau pasien yang masih belum paham atau masih menyepelekan, saya edukasi lagi. Jadi keseharian kita yang lebih menentukan," katanya.

Pendampingan yang dilakukan pun tidak berhenti pada persoalan medis. Ia berusaha mengenal kehidupan setiap pasien, memahami kondisi keluarganya, hingga menjadi tempat berbagi cerita bagi para orang tua.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Batang Sebut MBG Investasi Jangka Panjang, Dampak Baru Terasa 5–10 Tahun

BACA JUGA:Polisi Selidiki Dugaan Bahan Peledak di Atap Rumah Warga Wonopringgo, Satu Orang Terluka

"Saya memang tipe yang kepeduliannya besar. Sampai riwayat keluarganya sedikit-sedikit saya tahu. Kadang malah ibunya curhat," ungkapnya.

Pengalaman mendampingi para keluarga membuat dr Evi menyadari bahwa edukasi secara individu saja belum cukup. Ia kemudian menggagas pertemuan para orang tua penyandang talasemia yang akhirnya berkembang menjadi Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang.

Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut membuat orang tua memiliki ruang untuk saling berbagi pengalaman, memperoleh informasi yang benar, sekaligus saling menguatkan dalam mendampingi anak.

"Dulu saya edukasi satu per satu, ternyata belum maksimal. Akhirnya saya coba mengumpulkan para orang tua, kemudian terbentuklah POPTI. Tapi tetap, dalam keseharian mereka harus terus diberi semangat, kecuali yang memang sudah benar-benar paham," jelasnya.

Bagi dr Evi, pasien talasemia membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Semangat dari tenaga kesehatan, keluarga, dan sesama orang tua menjadi modal penting agar anak-anak tetap percaya diri menjalani aktivitas meski harus rutin menjalani transfusi darah.

Dedikasinya dalam memberikan pelayanan yang humanis tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. dr Tan Evi Susanti berhasil meraih penghargaan Dokter Teladan selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 dan 2026. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga mendampingi setiap langkah perjuangan pasien dan keluarganya. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait